“Balas dendam itu kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa Densus 88 akan terus mendampingi Polda Kalimantan Barat dalam penanganan kasus ini, mulai dari proses pemetaan hingga pemenuhan alat bukti.
Ditemukan 6 Molotov
Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan enam buah bom molotov yang belum sempat digunakan.
“Enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (bom molotov) berhasil kami amankan,” kata Mayndra.
Selain itu, sejumlah barang bukti lain turut diamankan. Beruntung, tidak ada bom yang terpicu atau meledak sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Terdapat Nama-Nama Terduga Pelaku Penembak Massal di Tas
Fakta lain yang terungkap, pada tas milik terduga pelaku ditemukan tulisan nama-nama pelaku penembakan massal yang dikenal secara internasional dan kerap dijadikan referensi di komunitas ekstrem daring. Nama-nama tersebut antara lain:
- Stephen Paddock, pelaku penembakan massal Las Vegas tahun 2017
- Adam Peter Lanza, pelaku penembakan di Sandy Hook Elementary School tahun 2012
- Seung-Hui Cho, pelaku penembakan Virginia Tech tahun 2007
- Salvador Ramos, pelaku penembakan di Uvalde, Texas tahun 2022
- Luca Traini, pelaku penembakan bermotif rasial di Italia tahun 2018
- Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di Christchurch, Selandia Baru.