Selain itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pernah mencatat bahwa fenomena digital berpengaruh terhadap perilaku remaja, termasuk paparan konten negatif dan informasi bebas yang memerlukan pengawasan serta respons bersama dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.
BACA JUGA:Pemkot Pontianak Borong Dua Penghargaan Perpustakaan dan Kearsipan
Menyeimbangkan Identitas Lokal dan Global
Meskipun terpapar tren global, generasi muda Pontianak juga semakin sadar akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Pemerintah Kota Pontianak aktif mendorong keterlibatan pemuda dalam kegiatan budaya, terutama menjelang perhelatan seperti Festival Budaya Melayu yang menekankan kembali nilai-nilai khas daerah. Pendekatan ini bertujuan agar anak muda tidak hanya mengikuti tren global semata, tetapi tetap menjaga akar budaya lokal mereka.
Dalam konteks ini, kegiatan ekstrakurikuler, komunitas budaya, dan festival lokal memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi identitas budaya sambil tetap terhubung dengan dunia global. Keikutsertaan dalam kegiatan budaya juga menjadi wujud konkret bagaimana anak Pontianak bisa menjadi jembatan antara tradisi lokal dan globalisasi moderat.
BACA JUGA:Pontianak Raih Penghargaan UHC Pratama dari BPJS Kesehatan, Cakupan JKN Tembus 99,05 persen
Gaya Hidup Konsumtif dan Literasi Finansial
Selain itu, gaya hidup anak muda Pontianak juga dipengaruhi cara mereka mengelola keuangan di era digital. Penelitian menunjukkan bahwa lifestyle dan literasi finansial memengaruhi perilaku masyarakat muda dalam masyarakat yang semakin cashless, di mana kebiasaan belanja, pembayaran digital, dan konsumsi daring menjadi bagian dari gaya hidup modern mereka.