Gaya Hidup Anak Muda Pontianak di Tengah Arus Globalisasi dan Era Digital

Kamis 29-01-2026,12:02 WIB
Reporter : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd

Selain itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pernah mencatat bahwa fenomena digital berpengaruh terhadap perilaku remaja, termasuk paparan konten negatif dan informasi bebas yang memerlukan pengawasan serta respons bersama dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. 

BACA JUGA:Pemkot Pontianak Borong Dua Penghargaan Perpustakaan dan Kearsipan

Menyeimbangkan Identitas Lokal dan Global

Meskipun terpapar tren global, generasi muda Pontianak juga semakin sadar akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Pemerintah Kota Pontianak aktif mendorong keterlibatan pemuda dalam kegiatan budaya, terutama menjelang perhelatan seperti Festival Budaya Melayu yang menekankan kembali nilai-nilai khas daerah. Pendekatan ini bertujuan agar anak muda tidak hanya mengikuti tren global semata, tetapi tetap menjaga akar budaya lokal mereka. 

Dalam konteks ini, kegiatan ekstrakurikuler, komunitas budaya, dan festival lokal memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi identitas budaya sambil tetap terhubung dengan dunia global. Keikutsertaan dalam kegiatan budaya juga menjadi wujud konkret bagaimana anak Pontianak bisa menjadi jembatan antara tradisi lokal dan globalisasi moderat.

BACA JUGA:Pontianak Raih Penghargaan UHC Pratama dari BPJS Kesehatan, Cakupan JKN Tembus 99,05 persen

Gaya Hidup Konsumtif dan Literasi Finansial

Selain itu, gaya hidup anak muda Pontianak juga dipengaruhi cara mereka mengelola keuangan di era digital. Penelitian menunjukkan bahwa lifestyle dan literasi finansial memengaruhi perilaku masyarakat muda dalam masyarakat yang semakin cashless, di mana kebiasaan belanja, pembayaran digital, dan konsumsi daring menjadi bagian dari gaya hidup modern mereka. 

Kategori :