Hari ke-12 Karhutla di Pontianak Utara Belum Padam, Enam Titik Api Masih Terdeteksi

Rabu 28-01-2026,23:50 WIB
Reporter : Nazril Ilham
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Memasuki hari ke-12, krisis kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Pontianak belum sepenuhnya mereda. Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Swasta Gabungan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pontianak Utara terpantau masih berjibaku memadamkan sisa-sisa api yang membara di kawasan Gang Flora Dalam, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara pada Rabu, 28 Januari 2026

Berdasarkan pantauan langsung Pontianak Disway di lokasi, kondisi lahan gambut yang kering serta tiupan angin kencang menjadi tantangan utama bagi para relawan. Hingga hari ini, tercatat masih ada sedikitnya enam titik api yang terdeteksi melalui pantauan udara dan darat, yang berpotensi meluas jika tidak segera dilokalisir.

Kehadiran Camat Pontianak Utara, Indrawan Tauhiddi lokasi kebakaran memberikan suntikan moril bagi puluhan relawan Damkar swasta yang telah bekerja siang dan malam. Sinergi ini dilakukan untuk memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga dan fasilitas pendidikan yang berada di sekitar area terdampak.

Indrawan Tauhid menyatakan bahwa proses pemadaman ini bukanlah perkara mudah. Luasnya lahan dan karakteristik tanah gambut membuat api seringkali terlihat padam di permukaan, namun tetap membara di bagian dalam tanah.

BACA JUGA:Hari ke-12 Karhutla di Pontianak Utara Belum Padam, Enam Titik Api Masih Terdeteksi


"Kami bersama relawan DAMKAR-DAMKAR se-Kecamatan Pontianak Utara ini terus berusaha untuk melakukan pemadaman terhadap titik-titik api karhutla (kebakaran hutan dan lahan) ini yang tersebar di berbagai titik di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. Yang mana proses pemadaman ini sudah kurang lebih sekitar 12 hari telah kami lakukan, ya dibantu oleh rekan-rekan relawan DAMKAR se-Kecamatan Pontianak Utara yang setiap harinya terus bahu-membahu untuk mengatasi karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Pontianak Utara," ujar Indrawan Tauhid.

Lebih lanjut, Camat juga memberikan peringatan keras kepada pemilik lahan maupun oknum masyarakat yang masih nekat melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca ekstrem ini.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pontianak Utara untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Karena ini sangat berbahaya, sangat mengganggu, baik dari sisi kesehatan maupun hal-hal lainnya," tegasnya.

Salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah lahan yang berada di dekat Pondok Pesantren Hidayatullah. Mengingat banyaknya santri yang beraktivitas, tim gabungan memprioritaskan penyekatan lahan agar api tidak menyentuh area pesantren.

BACA JUGA:Bantu Tangani Karhutla di Kubu Raya, Bupati Sujiwo Apresiasi TNI-Polri

Perwakilan Polsek Pontianak Utara, AIPTU Husul Mubin, menjelaskan bahwa meski situasi saat ini terkendali, ancaman kabut asap masih sangat tinggi. Pihak kepolisian terus melakukan monitoring intensif, termasuk menggunakan teknologi pantauan udara.

"Untuk ini saya jelaskan bahwa lahan di Jalan Flora Dalam, tepatnya di dekat Pesantren Hidayatullah, untuk sementara lahan hari ini sudah dapat kita kendalikan. Untuk di dalam sudah kita lakukan pengecekan dan arah angin sudah aman untuk ke wilayah Pondok Pesantren. Namun, untuk asap masih tetap tebal. Kita perhatikan ke depannya kita sama-sama menjagalah. Dikarenakan ini pemadaman dari kemarin juga sudah kita lakukan pemadaman sampai jam 10 malam. Setelah dilakukan pemantauan udara juga masih ada sekitar enam titik api, dan itu jaraknya sekitar 300 sampai 500 meter," papar AIPTU Husul Mubin.

Ia juga menambahkan bahwa pengecekan terbaru menunjukkan jarak api sudah berhasil dijauhkan dari batas hutan terdekat dengan pemukiman.

"Hari ini dapat laporan kembali titik api menyala. Setelah kita lakukan pengecekan, untuk ke arah Pondok Pesantren itu hanya sekitar 3 meter dari batas hutan, dan itu sudah aman. Untuk yang di bagian tengah sudah habis terbakar, jadi tidak dikhawatirkan lagi ke arah Pondok Pesantren. Jadi, himbauan untuk masyarakat khususnya di Pontianak Utara, apabila membuka lahan dimohon jangan dengan cara dibakar. Karena udara cukup tercemar akibat pembakaran lahan dan dampaknya sangat luas bagi masyarakat, khususnya Kota Pontianak. Jangan sampai Kota Pontianak menjadi penyumbang terbesar asap di Kalimantan Barat," tambahnya.

BACA JUGA:Bahasan Tinjau Lokasi Karhutla Pontianak, Pastikan Api Telah Padam

Di balik kegigihan para petugas, terselip cerita tentang perjuangan melawan keterbatasan. Relawan pemadam kebakaran swasta yang datang dari berbagai penjuru Pontianak Utara harus memutar otak untuk mendapatkan suplai air.

Hamzah, salah satu relawan pemadam kebakaran yang ditemui di Gang Flora Dalam, mengungkapkan bahwa letak sumber air yang sangat jauh dari titik koordinat api menjadi penghambat utama percepatan proses pemadaman.

"Sejauh ini kendala yang kita hadapi di lapangan adalah sumber air yang jauh dari titik api. Kemudian, tidak hanya titik air yang jauh, tapi titik ini tersebar di beberapa tempat di Pontianak Utara. Hingga kita rekan-rekan menjadi sangat kewalahan untuk berkoordinasi daerah mana yang terlebih dahulu kita utamakan. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat agar menjaga, khususnya bagi aparatur wilayah setempat, Pak RT-nya, Pak RW-nya, untuk memperhatikan warganya agar tidak sembarangan membakar lahan," jelasnya.

Kebakaran lahan di Batu Layang ini tidak hanya mengancam ekosistem lokal, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas udara di Kota Pontianak secara keseluruhan. Berdasarkan data indeks pencemaran udara, asap yang dihasilkan dari kebakaran lahan gambut mengandung partikel berbahaya yang dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kategori :