PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Kelangkaan dan mahalnya harga elpiji tiga kilogram bersubsidi menyulut keresahan warga. Usai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan, Bupati Kubu Raya Sujiwo memimpin rapat koordinasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan tersebut. Rapat berlangsung di Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis, 22 Januari 2026. Hadir Kapolres Kubu Raya, perwakilan Pertamina, Hiswana Migas, dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait termasuk camat.
Dalam rapat, Bupati Sujiwo menyoroti masih maraknya penggunaan elpiji bersubsidi atau gas melon oleh pelaku usaha dan kelompok masyarakat mampu. Ia menegaskan elpiji tiga kilogram hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan tidak boleh digunakan oleh restoran, usaha binatu, usaha kue, dan usaha berskala mapan lainnya.
“Kita akan razia restoran, laundry, dan usaha-usaha besar. Kita luruskan supaya elpiji bersubsidi ini betul-betul tepat sasaran,” tegas Sujiwo.
BACA JUGA:Bupati Kubu Raya Tegaskan Gas Melon Bukan untuk Restoran dan PNS
Tak hanya menyasar pelaku usaha, Sujiwo juga mengingatkan dengan keras Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak menggunakan elpiji bersubsidi. Ia bahkan mengaku telah menerbitkan surat larangan khusus terkait hal tersebut.
“PNS saya larang keras menggunakan tabung tiga kilogram. Saya haramkan. Kalau ASN paruh waktu silakan, tapi PNS tidak boleh. Saya tidak mau melihat ada yang pakai,” ucapnya.
Sujiwo berharap langkah tegas tersebut juga dapat menjadi contoh bagi institusi lain. Ia pun mendorong jajaran kepolisian untuk mengeluarkan imbauan serupa.
BACA JUGA:Beri Atensi, Bupati Sujiwo Pimpin Apel Satpol PP Kubu Raya
“Mudah-mudahan Pak Kapolres juga mengeluarkan imbauan agar anggota Polri tidak menggunakan elpiji tiga kilogram,” tambahnya.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pemerintah kabupaten membentuk tim terpadu lintas sektor yang akan melakukan penertiban dan razia berkala. Tim ditargetkan mulai turun ke lapangan pada pekan depan.
“Saya targetkan minggu depan tim terpadu sudah bergerak. Tolong segera hentikan penggunaan elpiji tiga kilogram bagi yang tidak berhak, karena kami akan razia berkala,” kata Sujiwo mengingatkan.
BACA JUGA:Gas Melon Nyasar, Pemkab Kubu Raya Siap Tutup Pangkalan Nakal
Sujiwo berharap kesadaran moral warga yang tergolong mampu agar tidak mengambil hak masyarakat miskin.
“Dengan hati nurani saya mengetuk warga yang mampu, yang ekonominya bagus, janganlah menggunakan yang tiga kilogram. Ini hak orang miskin. Jangan mengambil haknya orang miskin,” tuturnya.
Ia berharap melalui sinergi lintas sektor dan meningkatnya kesadaran masyarakat, distribusi elpiji bersubsidi dapat kembali adil dan tepat sasaran,