PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Tradisi pernikahan adat Melayu Pontianak merupakan salah satu ekspresi budaya yang kaya nilai, menggabungkan ritual, simbolisme, serta kearifan lokal yang kuat di tengah masyarakat. Upacara adat mencerminkan identitas budaya Melayu serta nilai sosial yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
BACA JUGA:Tradisi Pernikahan Adat Melayu Pontianak dan Nilai Budayanya
Arak-Arakan Pengantin: Simbol Kebersamaan dan Identitas
Salah satu tradisi paling ikonik dalam pernikahan Melayu Pontianak adalah arak-arakan pengantin, yaitu prosesi mengantar mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan. Tradisi ini biasanya diiringi oleh musik tradisional seperti tanjidor atau tar, serta diikuti oleh keluarga dan sanak saudara yang membawa barang hantaran yang sarat makna simbolik.
Prosesi disertai selawat dan doa, menunjukkan bagaimana adat istiadat Melayu Pontianak menggabungkan nilai religius dan budaya dalam satu rangkaian ritual. Nilai-nilai seperti persatuan keluarga, saling menghormati, serta harapan akan kehidupan berumah tangga yang berkah tercermin dalam setiap langkah arak-arakan ini.
Selain itu, Festival Arakan Pengantin yang diadakan rutin setiap peringatan hari jadi Kota Pontianak menjadi ajang untuk melestarikan tradisi pernikahan adat Melayu di tengah arus modernisasi. Dalam festival ini, peserta mengenakan pakaian adat Melayu khas seperti baju telok belanga untuk mempelai laki-laki dan baju kurung untuk mempelai perempuan yang memperkaya nuansa budaya lokal.
BACA JUGA:Kebiasaan Masyarakat Pontianak dalam Menghadapi Musim Hujan
Prosesi Lamaran dan Upacara Tradisional
Prosesi pernikahan adat Melayu Pontianak biasanya dimulai jauh sebelum hari pernikahan melalui upacara lamaran, dimana keluarga mempelai laki-laki secara resmi menyampaikan niat untuk menikahi perempuan melalui perwakilan keluarga. Meskipun praktik ini telah mengalami pergeseran seiring modernisasi, sebagian keluarga masih memegang teguh tata cara ini sebagai simbol penghormatan dan kesungguhan.
Dalam tradisi tersebut juga terdapat berbagai ritual simbolik lainnya seperti tepung tawar, yang melibatkan penaburan tepung berwarna pada kedua mempelai sebagai doa untuk kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan rumah tangga. Ritual semacam ini memberi makna mendalam bahwa pernikahan merupakan penyatuan dua keluarga besar serta dukungan komunitas terhadap kehidupan baru yang dibentuk.
BACA JUGA:Wisata Edukasi di Pontianak, Cocok untuk Pelajar dan Liburan Keluarga
Nilai Budaya dalam Tradisi Pernikahan
Studi akademik menunjukkan bahwa tradisi pernikahan adat Melayu Pontianak, khususnya arak-arakan pengantin, mengandung beragam nilai budaya penting. Nilai religius, gotong-royong, keramahtamahan, dan identitas sosial komunitas tercermin dalam partisipasi aktif warga yang hadir dalam prosesi, saling memberi bantuan, serta saling berbalas pantun dan pantun selamat sebagai bentuk penghormatan kepada kedua mempelai. Nilai pendidikan budaya juga tampak karena tradisi ini menjadi media bagi generasi muda untuk memahami dan menginternalisasi kearifan lokal masyarakat Melayu.