PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio kembali merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Peringatan tersebut berlaku mulai Kamis, 1 Januari hingga Sabtu, 3 Januari 2026.
Berdasarkan data resmi BMKG yang diperbarui Kamis, 1 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Kalimantan Barat pada awal tahun 2026.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 1–3 Januari 2026
Pada Kamis, 1 Januari 2026, BMKG menetapkan status Waspada atau hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Kondisi ini mengharuskan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air dan banjir lokal.
Selanjutnya, pada Jumat, 2 Januari 2026, wilayah terdampak hujan semakin meluas. Status Waspada tercatat di Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, serta Kota Pontianak. Sementara itu, Kabupaten Ketapang berada pada status Siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 1–7 Januari 2026
Memasuki Sabtu, 3 Januari 2026, potensi hujan mulai berkurang, namun BMKG masih menetapkan status Waspada di Kabupaten Ketapang, Melawi, dan Sintang. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau tetap berhati-hati, terutama yang beraktivitas di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
BMKG Kalimantan Barat juga menyampaikan bahwa selama periode 1 hingga 3 Januari 2026, tidak terdapat potensi angin kencang di seluruh wilayah Kalimantan Barat atau dinyatakan nihil.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 31 Desember–2 Januari 2026
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan genangan air, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi.