PONTIANAKINFO.DISWAY.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengumumkan adanya perubahan mekanisme dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan. Meski tetap berjalan, skema pendistribusian makanan mengalami sejumlah penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Menurut Dadan, makanan yang biasanya dikonsumsi langsung di sekolah kini akan diberikan untuk dibawa pulang. Dengan demikian, siswa yang berpuasa bisa mengonsumsinya saat berbuka, sementara yang tidak berpuasa tetap dapat menikmatinya sesuai kebutuhan.
"Jadi kalau sekolah masuk, program makan bergizi tetap ada, tetapi mekanismenya berbeda. Makanan akan diberikan untuk dibawa pulang. Bagi yang puasa bisa dimakan saat berbuka, sedangkan yang tidak puasa bisa makan di rumah atau secara sembunyi di sekolah," jelas Dadan.
BACA JUGA:Sidang Kabinet Paripurna: Pembahasan Program Makan Siang Gratis
Menu Makanan Disesuaikan agar Lebih Tahan Lama
Dalam program ini, jenis makanan yang diberikan juga mengalami penyesuaian agar lebih tahan lama. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain susu, telur rebus, kurma, kue kering, dan buah.
Dadan menegaskan bahwa komposisi gizi tetap menjadi perhatian utama. Sumber protein, karbohidrat, dan serat tetap terjaga untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang seimbang.
"Mungkin juga sesekali ada bubur kacang hijau atau kolak. Yang jelas, kandungan gizinya tetap diperhatikan, ada protein, karbohidrat, dan serat," tambahnya.
BACA JUGA:Pemkot Singkawang Distribusikan Makan Bergizi Gratis di 18 Sekolah
Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan
Selain menyesuaikan mekanisme pendistribusian dan menu, program MBG juga menerapkan sistem kemasan ramah lingkungan. Dadan mengungkapkan bahwa anak-anak akan diberikan makanan dalam kemasan khusus yang harus ditukarkan setiap hari.
Uji coba sistem ini telah dilakukan di Sukabumi, di mana anak-anak diwajibkan mengembalikan kantong kemasan setiap hari untuk ditukar dengan yang baru. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi limbah dan melatih kedisiplinan siswa.
"Jadi ada uji coba di Sukabumi, di mana anak-anak diberi makanan yang dibawa dengan kantong ke rumah, kemudian besoknya kantongnya harus dibawa kembali, ditukar dengan kantongnya isi, sehingga tidak menimbulkan sampah, dan melatih juga anak-anak supaya disiplin bahwa kantong itu bisa ditukar setiap hari," terangnya.
BACA JUGA:Program Makan Bergizi Gratis Perdana Resmi Dibagikan ke Dua Sekolah di Pontianak
Program MBG dengan mekanisme baru ini diprakirakan berlangsung hingga menjelang Idul Fitri, dengan evaluasi rutin untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung kebutuhan gizi siswa selama bulan suci Ramadhan.