Menteri PKP Targetkan 4.000 Rumah Subsidi di Singkawang
Kegiatan Sosialisasi KUR Perumahan dan Akad Perumahan bersama BNI, Sosialisasi Rumah Subsidi, PNM SMF Melawan Rentenir-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, SINGKAWANG - Kegiatan Sosialisasi KUR Perumahan dan Akad Perumahan bersama BNI, Sosialisasi Rumah Subsidi, serta program PNM SMF Melawan Rentenir digelar di Gedung Wali Kota SINGKAWANG pada Selasa, 3 Maret 2026. Agenda ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses perumahan rakyat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Mohamad Qodari, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Utama Bank Negara Indonesia Putrama Wahyu Setyawan, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan yang diwakili Sekda Harrison, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Muhammadin.
BACA JUGA:Menteri PKP Targetkan 4.000 Rumah Subsidi di Singkawang
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas akses perumahan rakyat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara program rumah subsidi dan pemberdayaan UMKM, termasuk kelompok perempuan Mekaar binaan PNM.
"Kita ingin ada link and match antara rumah subsidi dan UMKM. Tahun lalu kita bangun 350 ribu rumah subsidi, naik dari 220 ribu," ujarnya.
BACA JUGA:Pawai Tatung Cap Go Meh Singkawang 2026, 727 Peserta Ramaikan Jalur Kota
Ia menargetkan pembangunan 4.000 unit rumah subsidi di Singkawang serta menegaskan pentingnya menjaga lahan pertanian produktif agar tidak beralih fungsi.
"Tidak boleh sawah dijadikan rumah. Kita jaga ketahanan pangan, tapi pembangunan rumah rakyat harus jalan," tegasnya.
BACA JUGA:Kunker ke Singkawang, Menko AHY Hadiri Cap Go Meh dan Tinjau Infrastruktur
Selain itu, Menteri Ara mengungkapkan skema baru rumah subsidi dalam bentuk rumah susun, termasuk proyek di Meikarta yang akan menjadi rumah susun subsidi terbesar di Indonesia dengan 141.000 unit. Kolaborasi dengan sektor perbankan juga diperkuat. Dalam kesempatan tersebut, BNI melakukan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM Singkawang.
"Saya senang BNI langsung turun ke lapangan. Prosesnya cepat, efisien, dan berpihak kepada rakyat," ujarnya.
BACA JUGA:Satu Tahun Tjhai Chui Mie–Muhammadin, Singkawang Catat Capaian Kesehatan hingga Smart City
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa program perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat berkontribusi langsung terhadap penurunan kemiskinan. Dukungan diberikan melalui kebijakan BPHTB dan PBG gratis serta insentif pajak.
Sumber:


