Hadapi Perubahan Kadar Garam Sungai Kapuas, PDAM Pontianak Perkuat Distribusi Air
Masyarakat kota Pontianak saat mengantri air bersih layak konsumsi--dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menghadapi kondisi dilematis dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Intrusi air laut ke Sungai Kapuas menyebabkan kadar garam pada air baku meningkat jauh di atas ambang batas normal.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa atau PDAM Pontianak tersendiri dalam menjaga pelayanan air kepada masyarakat. Kadar garam pada air baku Sungai Kapuas diketahui saat ini mencapai sekitar 4.000 mg/l, sementara ambang batas air yang dapat disalurkan kepada masyarakat berada pada angka 300 mg/l.
Di tengah kondisi tersebut, produksi dan distribusi air tetap dijalankan atas dasar kemaslahatan masyarakat. Namun, keputusan tersebut turut menimbulkan keluhan dari masyarakat karena air yang mengalir ke sejumlah wilayah memiliki rasa asin dan dinilai tidak layak untuk diminum.
BACA JUGA:Hadapi Perubahan Kadar Garam Sungai Kapuas, PDAM Pontianak Perkuat Distribusi Air
Kondisi air baku dengan kadar garam tinggi juga memberikan dampak terhadap pompa dan sejumlah peralatan PDAM dalam operasionalnya. Peralatan yang digunakan untuk mengolah dan mendistribusikan air menghadapi kondisi yang lebih berat ketika air baku mengalami intrusi air laut.
Direktur Utama PDAM Pontianak, Abdullah sendiri menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Yang pasti, sudah kita salurkan ada penampungan kita di Boster Perum 3 itu stoknya 1.500.000 liter dan sisanya tinggal kurang lebih 200.000 liter. Jadi, sudah tersalurkan sebanyak 1.300.000 liter," kata Abdullah kepada Pontianak Disway pada Minggu, 13 September 2026.
BACA JUGA:Perkuat Penanganan Air Baku, Pontianak Tambah Pasokan dan Kapasitas Pengolahan
"Selain itu yang di Wonoyoso, stoknya 500.000 liter, yang sudah tersalurkan kurang lebih sekitar 350.000 liter, sehingga sisanya sekitar 150.000 liter," tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat umum, distribusi air juga diarahkan untuk kebutuhan fasilitas kesehatan. Abdullah mengatakan terdapat stok air yang secara khusus digunakan untuk kebutuhan kesehatan.
"Selain itu juga di Boster Purnama 3 untuk kebutuhan kesehatan, kemarin memang ada stok kita kurang lebih sekitar 30.000 liter, yang sudah terpakai kurang lebih sekitar 20.000 liter. Jadi itu yang kita salurkan melalui mobil tangki dan diambil secara mandiri oleh masyarakat menggunakan galon atau wadah yang tersedia," jelasnya.
BACA JUGA:Pemkot dan PDAM Pontianak Perkuat Stok Air Bersih, Tiga Truk Air Tawar Didatangkan dari Terentang
Air tersebut juga didistribusikan untuk sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang membutuhkan pasokan air, termasuk fasilitas yang memiliki layanan cuci darah.
Sumber:


