Pesan artikel

Tiga Inovasi Terbaru Lengkapi 13 Karya Windy Prihastari yang Resmi Tercatat HAKI

Tiga Inovasi Terbaru Lengkapi 13 Karya Windy Prihastari yang Resmi Tercatat HAKI

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari (kanan) saat menerima piagam dalam pengembangan inovasi pemerintahan-Pontianak Disway-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, kembali mencatatkan prestasi dalam pengembangan inovasi pemerintahan. Sebanyak 13 karya inovatif yang digagasnya kini telah resmi memperoleh Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Jumlah tersebut bertambah setelah tiga inovasi terbaru di lingkungan BPSDM Kalbar mendapatkan sertifikat pencatatan HAKI. Sebelumnya, sebanyak 10 inovasi yang digagas Windy Prihastari telah lebih dahulu mendapatkan perlindungan hukum.

BACA JUGA:Tiga Inovasi Terbaru Lengkapi 13 Karya Windy Prihastari yang Resmi Tercatat HAKI

Tiga inovasi terbaru yang berhasil dicatatkan tersebut adalah Model Belajar ASN Kalbar melalui Knowledge Sharing dan Pembelajaran Online atau MBAK KEPO BELAJAR, ASN Kalbar Peduli, serta ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari.

Keberhasilan tersebut semakin menegaskan komitmen Windy Prihastari dalam mendorong terciptanya inovasi daerah yang tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi juga diterapkan untuk meningkatkan kualitas aparatur dan tata kelola pemerintahan.

BACA JUGA:Windy Prihastari Jadi Penerima Pertama, DWP dan KORPRI Kalbar Canangkan Sejuta Vaksin HPV untuk ASN

Selamat dan sukses kepada Windy Prihastari atas diterbitkannya Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual untuk 13 inovasi daerah. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus perlindungan hukum terhadap karya-karya intelektual yang dikembangkan untuk mendukung transformasi pembelajaran, kepedulian sosial, kesehatan aparatur, dan peningkatan kompetensi ASN di Kalimantan Barat.

Inovasi MBAK KEPO BELAJAR dikembangkan sebagai model peningkatan kompetensi ASN melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pembelajaran secara daring. Melalui sistem tersebut, ASN dapat memperoleh serta membagikan pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

BACA JUGA:Windy Prihastari Dorong BPSDM Kalbar Jadi Pusat Pembelajaran ASN Berbasis Digital

Sementara itu, ASN Kalbar Peduli merupakan gerakan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan aparatur. Program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari donor darah, pemberian santunan dan bantuan sosial hingga kegiatan gotong royong.

Adapun inovasi ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan birokrasi. ASN didorong melaksanakan aktivitas fisik sekurang-kurangnya selama 30 menit setiap hari agar kesehatan, kebugaran, dan produktivitas kerja tetap terjaga.

BACA JUGA:Windy Prihastari Apresiasi Dukungan Ketua Komisi II untuk IKASMANSA Pontianak

Berbagai karya inovatif tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi aparatur sipil negara, penguatan budaya berbagi pengetahuan, pemanfaatan teknologi digital, kepedulian terhadap masyarakat, serta pembentukan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Prestasi Windy Prihastari juga mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Aba Subagja, dan Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Suharti.

Sumber: