BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 17–19 Juli 2026
Rilisan BMKG Kalbar peringatan dini cuaca 3 hari kedepan di Kalimantan Barat-bmkg_kalbar-Instagram
PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang berlaku pada Jumat, 17 Juli hingga Minggu, 19 Juli 2026.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Jumat, 17 Juli 2026 pukul 08.18 WIB, potensi hujan dengan kategori Waspada atau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, terutama pada Sabtu, 18 Juli 2026.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 17–19 Juli 2026
Pada Jumat, 17 Juli 2026, BMKG tidak menetapkan wilayah yang masuk dalam peringatan dini hujan. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026, di mana seluruh wilayah Kalimantan Barat tidak berstatus peringatan dini cuaca.
Sementara itu, Sabtu, 18 Juli 2026, terdapat empat kabupaten yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Sintang.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 17–23 Juli 2026
BMKG menjelaskan bahwa status Waspada merupakan indikasi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu berbagai dampak hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir di daerah rawan, longsor pada kawasan berbukit, hingga terganggunya aktivitas transportasi darat maupun sungai.
Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara juga diminta berhati-hati karena hujan dapat menyebabkan jarak pandang berkurang serta kondisi jalan menjadi licin.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 16–18 Juli 2026
Untuk potensi angin kencang, BMKG menyatakan tidak terdapat wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang selama periode 17 hingga 19 Juli 2026.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis. Oleh karena itu, masyarakat disarankan rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem sejak dini.
Sumber:


