Strategi Laddering Deposito yang Jarang Diketahui
--
Laddering adalah strategi membagi dana ke beberapa deposito dengan tenor yang berbeda agar pencairan dana lebih fleksibel. Cara ini sering digunakan oleh orang yang ingin menyimpan dana dalam deposito, tetapi tetap memiliki akses terhadap sebagian dana secara berkala.
Meski cukup populer dalam perencanaan keuangan, masih banyak orang yang belum mengenal laddering technique adalah salah satu cara mengatur penempatan deposito sesuai kebutuhan jangka pendek maupun menengah.
Lalu, bagaimana cara kerja strategi ini?
Laddering Adalah Apa?
Secara sederhana, laddering adalah metode membagi dana ke dalam beberapa deposito dengan jangka waktu atau tenor yang berbeda.
Tujuannya bukan untuk mengejar keuntungan yang lebih tinggi, melainkan membantu mengatur jadwal pencairan dana agar tidak seluruhnya jatuh tempo di waktu yang sama.
Strategi ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang memiliki beberapa rencana keuangan dalam periode yang berbeda.
Bagaimana Cara Kerja Laddering?
Misalnya, kamu memiliki dana sebesar Rp40 juta.
Daripada menempatkan seluruh dana dalam satu deposito dengan tenor 12 bulan, dana tersebut bisa dibagi menjadi beberapa bagian.
Contohnya:
- Deposito Rp10 juta dengan tenor 3 bulan.
- Deposito Rp10 juta dengan tenor 6 bulan.
- Deposito Rp10 juta dengan tenor 9 bulan.
- Deposito Rp10 juta dengan tenor 12 bulan.
Saat deposito tenor 3 bulan jatuh tempo, kamu memiliki beberapa pilihan, seperti menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan atau menempatkannya kembali ke deposito sesuai rencana keuangan.
Sumber:


