Pesan artikel

Public Expose Live 2026: Bank Raya (AGRO) Optimis Bisnis Digital Tumbuh Positif

Public Expose Live 2026: Bank Raya (AGRO) Optimis Bisnis Digital Tumbuh Positif

--

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) berpartisipasi dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan secara online pada tanggal 9 Juni 2026. Perseroan memaparkan kinerja keuangan Kuartal I 2026 beserta rencana ekspansi bisnis dan pengembangan inovasi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, hadir memberikan paparan Ida Bagus Ketut Subagia selaku Direktur Utama dan Kicky Andrie Davetra selaku Direktur Bisnis.

Public Expose yang rutin dilakukan oleh Bank Raya merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan kepada publik dan investor. Dalam Public Expose Live 2026 ini, Direksi Perseroan menekankan bahwa Perseroan mempertajam visi untuk mendukung pengembangan bisnis digital serta mendorong keunggulan produk yang mudah, relevan, dan reliable untuk bertransaksi dan pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha, komunitas, maupun kebutuhan personal.

Untuk mendukung visi tersebut, Bank Raya akan menerapkan strategi eksploitasi dan eksplorasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis digital. Dalam strategi eksploitasi, melalui sinergi dengan BRI dan perusahaan anak BRI, Perseroan akan mengoptimalkan peluang bisnis digital yang ada di dalam ekosistem BRI Group. Sedangkan, melalui pendekatan eksplorasi, Bank Raya akan menyasar target pasar di luar BRI Group melalui kerja sama dan kolaborasi dengan partner-partner potensial.

Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital. Kami terus mengoptimalkan inovasi produk kepada nasabah melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan dengan masyarakat sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami.”

Perseroan optimis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan didukung oleh keunggulan kompetitif sebagai bank digital yang berfokus pada (1) Kekuatan Bank Raya sebagai bank digital dengan jaringan Online to Offline (O2O) terluas di seluruh Indonesia, (2) Inovasi berkelanjutan pada produk digital lintas segmen yang komprehensif (cross segment digital product) yang memungkinkan Bank Raya untuk scale up bisnis dengan cara partnership dan akuisisi end user melalui ekosistem BRI maupun ekosistem digital lainnya, (3) Optimalisasi Sinergi BRI Group sebagai Digital Attacker untuk melayani pasar UMKM dengan produk yang cepat, relevan, dapat diandalkan, dan lebih mudah diakses oleh nasabah.

Bisnis Digital Terus Bertumbuh, Optimalkan Momentum Pertumbuhan Bisnis

Bank Raya membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang ditopang dari kinerja kuat bisnis digital yang terlihat dari perbaikan rasio NIM Bank Raya dari 4,87% pada Kuartal I/2025 menjadi 5,78% atau meningkat 91 bps yoy seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.

Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Raya terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital secara prudent. Saat ini porsi kredit digital terus meningkat menjadi 45,6% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 32,1% sejalan dengan transformasi untuk terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital. Bank Raya menargetkan di tahun 2026 bahwa porsi kredit digital maupun simpanan digital akan terus bertumbuh positif. Penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan tersebut, outstanding kredit digital Bank Raya juga terus tumbuh mencapai Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

Champion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.

Bagus mengatakan, “Kami optimis pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat terus tercapai di sisa tahun 2026. Optimisme ini tentunya didukung oleh perkuatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.”

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya terus tumbuh mencapai sebesar Rp8,44 triliun yang didorong oleh pertumbuhan dana murah yaitu produk Giro dan Tabungan yang mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 30,2% yoy. Pertumbuhan dana murah telah berhasil didorong oleh Digital Saving yang tumbuh signifikan sebesar 63,9% (yoy) atau mencapai Rp2,30 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital Bank Raya oleh masyarakat, seiring dengan upaya Perseroan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital.

Demikian pula dengan kondisi likuiditas Bank Raya juga masih terjaga baik, terlihat dari rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) yang tercatat sebesar 81,64% dan rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) tercatat 442,55%, serta Rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 164,71% diatas ketentuan minimum sebesar 100%. Dengan rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang masih terjaga kuat di 41,80% pada Maret 2026 Bank Raya tetap optimis akan dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis digital jangka panjang.

Hingga akhir Maret 2026, Bank Raya telah berinovasi dengan lebih dari 100 fitur di Aplikasi Raya yang diakses oleh lebih dari 1 juta nasabah. Berbagai inovasi terbaru yang menjadi andalan di Aplikasi Raya diantaranya Saku Bisnis yaitu untuk membantu pengelolaan keuangan bisnis bagi pelaku usaha, Uang Saku yang memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak dini kepada anak-anak sehingga memudahkan mereka bertransaksi keuangan secara digital namun dengan pengawasan orang tua, Saku Bareng untuk menabung kolektif dan transparan bagi komunitas, Kartu Digital Debit Visa yang semakin melengkapi ekosistem pembayaran di Aplikasi Raya dalam bertransaksi domestik maupun internasional. Dalam waktu dekat, Bank Raya juga akan menghadirkan fitur terbaru yang memudahkan nasabah mengelola keuangan sambil menyalurkan hobinya.

“Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk tumbuh secara berkelanjutan” Tegas Bagus.

Sumber: