Pesan artikel

Warga Pontianak Kini Tak Perlu Jauh Berobat, Puskesmas Semakin Lengkap dan Modern

Warga Pontianak Kini Tak Perlu Jauh Berobat, Puskesmas Semakin Lengkap dan Modern

Puskesmas Parit H Husin II Kota Pontianak.-Dok. Prokopim Pemkot Pontianak-

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Masyarakat Kota Pontianak kini semakin dimudahkan dalam mengakses layanan kesehatan. Tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit hanya untuk pemeriksaan dasar. Di berbagai kecamatan, puskesmas kini hadir dengan fasilitas yang lebih lengkap, pelayanan yang lebih cepat, serta sistem yang lebih terintegrasi.

Sejak mulai beroperasi, beberapa puskesmas yang telah dimodernisasi mencatat kunjungan hingga 200 pasien per hari. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang dekat, efisien, dan berkualitas.

Kini, ibu hamil tidak lagi harus dirujuk hanya untuk melakukan pemeriksaan USG dasar. Seluruh puskesmas di Kota Pontianak telah dilengkapi fasilitas USG beserta tenaga medis yang terlatih untuk mengoperasikannya. Peralatan laboratorium juga diperbarui guna meningkatkan akurasi dan kecepatan hasil pemeriksaan.

Tak hanya layanan fisik, perhatian juga diberikan pada kesehatan mental. Setiap kecamatan telah memiliki layanan psikolog untuk membantu remaja maupun masyarakat umum yang membutuhkan pendampingan. Langkah ini memperluas fungsi puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan yang komprehensif, bukan sekadar tempat berobat ringan.

 

BACA JUGA:Puskesmas Paris II dan Siantan Tengah Diresmikan, Layanan Kesehatan Pontianak Kian Modern

Bagi peserta BPJS Kesehatan, sistem rujukan kini semakin tertata. Pasien dapat dirujuk sesuai kebutuhan medis melalui mekanisme yang terintegrasi. Puskesmas juga mulai menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni pendekatan pelayanan berbasis kelompok usia agar penanganan lebih tepat sasaran.

Perubahan ini bukan terjadi secara kebetulan. Transformasi layanan kesehatan dasar menjadi bagian dari komitmen kepemimpinan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dalam memastikan pelayanan publik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam peresmian Puskesmas Parit H. Husein (Paris II) dan Puskesmas Siantan Tengah yang rampung dibangun, Edi menegaskan bahwa pembangunan fisik hanyalah satu bagian dari perubahan. Modernisasi menurutnya tidak hanya soal bangunan dan alat, tetapi juga tentang kualitas pelayanan.

Ia menekankan bahwa masyarakat harus merasakan langsung kemudahan dan kenyamanan saat datang berobat. Tenaga kesehatan diminta bekerja dengan profesional, mengedepankan empati, serta menjaga sikap humanis.

“Jangan sampai pasien yang datang dalam kondisi kurang sehat justru merasa tidak nyaman karena pelayanan yang kurang ramah,” tegasnya.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa reformasi layanan kesehatan di Pontianak tidak berhenti pada aspek infrastruktur. Kepuasan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan.

Ke depan, Pemerintah Kota Pontianak juga akan melakukan rehabilitasi dan peningkatan fasilitas di sejumlah puskesmas lainnya, termasuk di kawasan Batu Layang, Tambelan Sampit, dan Kampung Bangka. Langkah ini dilakukan agar standar pelayanan kesehatan semakin merata di seluruh wilayah kota.

Dengan fasilitas yang semakin lengkap, sistem rujukan yang terintegrasi, serta komitmen peningkatan kualitas pelayanan, warga kini memiliki akses kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.

Transformasi ini mempertegas arah pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Puskesmas bukan lagi sekadar fasilitas dasar, melainkan garda terdepan pelayanan kesehatan yang modern dan humanis.

Bagi masyarakat, perubahan ini mungkin terlihat sederhana: jarak lebih dekat, antrean lebih tertata, pemeriksaan lebih lengkap. Namun di balik itu, terdapat perencanaan, kebijakan, dan komitmen kepemimpinan yang konsisten dalam membangun layanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Sumber: