Pesan artikel

Sejarah Perayaan Tahun Baru Imlek di Kalimantan Barat

Sejarah Perayaan Tahun Baru Imlek di Kalimantan Barat

Masyarakat saat menikmati Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang tahun lalu-Pontianak Disway-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM - Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan budaya paling penting di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Perayaan ini merupakan simbol kerukunan, identitas budaya, dan integrasi sosial dalam masyarakat multietnis di provinsi ini. Di Kalbar, Imlek menjadi ajang yang menghimpun tradisi Tionghoa dengan nuansa lokal yang kuat, dikenal meriah dan atraktif bagi masyarakat luas.

BACA JUGA:Sejarah Perayaan Tahun Baru Imlek di Kalimantan Barat

Asal-Usul Imlek dan Maknanya di Kalbar

Tahun Baru Imlek disebut juga Chinese New Year ditandai pada awal bulan pertama kalender Tionghoa, dan perayaannya berlangsung hingga pertengahan bulan, yang dikenal dengan Cap Go Meh. 

Imlek berasal dari penanggalan lunar Tiongkok dan telah dirayakan secara turun-temurun oleh komunitas Tionghoa di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia dan Kalimantan Barat. Perayaan ini menandai pergantian tahun serta menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan awal baru yang penuh berkah. 

Di Indonesia sendiri, Imlek telah diakui secara resmi sebagai salah satu libur nasional sejak tahun 2002 berdasarkan keputusan pemerintah, menjadikannya bagian dari keragaman budaya nasional yang dihormati dan dirayakan bersama.

BACA JUGA:Potensi Wisata Kota Pontianak di Mata Wisatawan Nusantara

Perayaan Imlek di Pontianak

Kota Pontianak sendiri yang merupakan ibu kota Kalbar memiliki komunitas Tionghoa yang aktif merayakan Imlek dengan berbagai kegiatan budaya yang menarik. Setiap kali Tahun Baru Imlek tiba, ornamen merah dan emas — warna simbol keberuntungan dan kebahagiaan — menghiasi rumah, pusat perbelanjaan, dan kawasan pecinan seperti Jalan Gajah Mada. 

Menjelang Imlek, berbagai pernak-pernik seperti lampion, angpao, dan simbol shio terlihat dipasarkan di pasar tradisional dan modern di kota ini, menambah semarak persiapan perayaan.

Perayaan di Pontianak juga mencakup pemberian angpao, di mana amplop merah berisi uang diberikan oleh orang tua atau keluarga kepada anak-anak sebagai bentuk doa dan harapan baik di tahun baru. Tradisi ini mencerminkan nilai kekeluargaan serta penjagaan hubungan antargenerasi dalam budaya Tionghoa lokal.

Selain itu, perayaan di Pontianak kerap dilengkapi dengan parade naga dan barongsai di beberapa kesempatan, meskipun pada beberapa tahun terakhir ada penyesuaian karena faktor tertentu, misalnya karena agenda pemilu atau kebijakan lokal. Atraksi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Imlek yang menarik perhatian publik dan wisatawan.

BACA JUGA:Harmoni Antarumat Beragama di Pontianak dalam Kehidupan Sehari-hari

Sumber: