Pesan artikel

Peran Strategis Perempuan dalam Budaya dan Ekonomi Masyarakat Pontianak

Peran Strategis Perempuan dalam Budaya dan Ekonomi Masyarakat Pontianak

Foto bersama para ibu inspiratif yang menerima piagam di Hari Ibu ke-97-Prokopim Pontianak-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Perempuan memainkan peran krusial dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat Pontianak. Dari kontribusi dalam keluarga hingga keterlibatan dalam sektor publik dan ekonomi, peran perempuan terus berkembang seiring dengan perubahan sosial, kebijakan lokal, dan kesadaran akan kesetaraan gender.

BACA JUGA:Peran Strategis Perempuan dalam Budaya dan Ekonomi Masyarakat Pontianak

Transformasi Peran Perempuan di Ruang Publik

Kajian sosiologis menunjukkan bahwa peran perempuan di komunitas tepi Sungai Kapuas telah mengalami perubahan signifikan dari waktu ke waktu. Dahulu, peran perempuan terkonsentrasi di ranah domestik, tetapi kini perempuan juga aktif dalam kehidupan publik termasuk aspek ekonomi dan sosial. 

Sebagian perempuan menunjukkan prestasi di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, dan kegiatan sosial di masyarakat. Hal ini mencerminkan perubahan peran gender yang lebih egaliter dibandingkan masa lalu. 

Kota Pontianak sendiri telah menunjukkan komitmen dalam menerapkan kesetaraan gender dalam struktur pemerintahan. Menurut pernyataan Wali Kota Pontianak, hampir 50 persen posisi eselon di jajaran pemerintahan kini diisi oleh perempuan berdasarkan kemampuan, bukan gender, mencerminkan implementasi kebijakan inklusif di tingkat lokal. 

Dalam peringatan Hari Kartini 2025, Wali Kota Pontianak menegaskan bahwa kaum perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan kemajuan daerah, baik dalam pemerintahan maupun masyarakat. Hal ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hidup dan peluang perempuan di Pontianak. 

BACA JUGA:Hasil DBL Pontianak: Putra-Putri SMK Immanuel II Jaga Peluang ke Playoffs

Perempuan sebagai Pilar Budaya Keluarga dan Komunitas

Perempuan di Pontianak tidak hanya aktif secara ekonomi, tetapi juga merupakan penjaga nilai budaya dan spiritual di komunitasnya. Misalnya, dalam berbagai kegiatan komunitas keagamaan dan sosial, perempuan sering menjadi motor utama yang mengorganisir kegiatan berkaitan dengan budaya, pendidikan anak, dan pembangunan komunitas lokal.

Peran perempuan gereja dalam Pertemuan III Perempuan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menjadi contoh bagaimana perempuan diberdayakan sebagai pilar sosial dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. 

Menurut Wakil Gubernur Kalimantan Barat, perempuan juga dipandang sebagai pilar penting dalam keluarga, gereja, dan masyarakat secara luas, yang memperkuat jejaring sosial dan membantu menjaga keberlangsungan nilai budaya setempat di tengah dinamika sosial zaman modern.

Sumber: