Pesan artikel

Wagub Krisantus Puji Musrenbang di Batu Ampar, Kubu Raya

Wagub Krisantus Puji Musrenbang di Batu Ampar, Kubu Raya

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.-Dok. Prokopim Kubu Raya-

PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dan Bupati Kubu Raya Sujiwo menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batu Ampar di Sentra Pertanian Padi Bimas, Desa Sungai Jawi, Batu Ampar, Senin (26/1/2026). Bupati Sujiwo mengapresiasi kehadiran wakil gubernur yang disebutnya sangat berkomitmen dalam mengawal percepatan pembangunan di daerah.
“Musrenbang pertama yang kita laksanakan di tahun 2026 terasa spesial karena Pak Wakil Gubernur hadir. Beliau akan terus mengawal percepatan pembangunan karena kemajuan kabupaten/kota jika diakumulasi itulah kemajuan Provinsi Kalimantan Barat. Maka saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Wakil Gubernur,” ucap Sujiwo.
Sujiwo menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan krusial dalam proses penyusunan APBD, di mana pada hakikatnya itu adalah pemenuhan terhadap hak-hak rakyat.
“APBD itu kan hak-haknya rakyat. Isinya itu poin per poin adalah kue pembangunan, hak-haknya rakyat,” tegasnya.
Karena itu, Sujiwo menyatakan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan anggaran. Ia bahkan memberikan tenggat waktu bagi pimpinan perangkat daerah untuk mengeksekusi program dan kegiatan. Jika target tercapai, maka ganjaran akan diberikan. Sebaliknya sanksi menanti jika target tidak tercapai.
“Contoh, saya sudah berikan challenge kepada Kadis PU, maka begitu itu tidak tercapai akan berlaku namanya reward and punishment kepada perangkat daerah terkait,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sujiwo memaparkan prioritas pembangunan daerah yang didasarkan hasil survei, di mana sektor infrastruktur menjadi yang tertinggi, diikuti air bersih, kesehatan, dan pendidikan. Untuk layanan kesehatan dasar dan pendidikan, ia menyebut nyawa rakyat lebih penting dari segalanya.
“Kesehatan rakyat lebih penting dari segalanya. Saya akan bertanggung jawab,” tegasnya.
“Terkait sektor pendidikan, pada 2027 fokus infrastruktur akan dialihkan secara bertahap untuk memperbaiki 60 persen bangunan SD dan SMP yang rusak,” lanjutnya.

Sumber: