RSUD SSMA Pontianak Jelaskan Stratifikasi Risiko Puasa Aman bagi Penderita Diabetes
RSUD SSMA Pontianak saat memberikan pemahaman tentang stratifikasi risiko puasa sebelum penderuat diabetes memutuskan untuk berpuasa-RSUD SSMA Pontianak-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Puasa Ramadhan maupun sunah, merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak manfaat. Namun bagi penderita diabetes, puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, melainkan juga menuntut kita untuk kesiapan fisik serta pengelolaan gula darah yang tepat.
Menyikapi hal tersebut, RSUD SSMA Kota Pontianak memberikan pemahaman tentang stratifikasi risiko puasa sebelum penderuat diabetes memutuskan untuk berpuasa.
Menurut Edukator Ns. Siti Rahima Harahap, S.Kep bahwa stratifikasi risiko puasa merupakan proses pengelompokan pasien diabetes berdasarkan tingkat risiko yang mungkin muncul selama berpuasa.
BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Jelaskan Stratifikasi Risiko Puasa Aman bagi Penderita Diabetes
"Secara umum, pasien diabetes dibagi ke dalam beberapa kategori risiko, yaitu risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah," ungkapnya pada Jumat, 2 Januari 2026.
menurutnya, yang termasuk kelompok risiko tinggi apabila skor lebih dari 6, umumnya dengan gula darah belum terkontrol, sering mengalami hipoglikemia berat, menderita komplikasi berat, atau menggunakan insulin campuran multipel harian, sebaiknya tidak boleh berpuasa.
Sedangkan skor 3,5 - 6 dikelompokkan pada risiko sedang dengan kondisi gula darah kurang stabil, penderita diabetes dengannya komplikasi tertentu, rentan hipoglikemia, serta pasien yang menggunakan obat tertentu yang berisiko menurunkan gula darah secara drastis, maka pada kelompok ini puasa masih berisiko dan disarankan untuk tidak berpuasa.
BACA JUGA:Apoteker RSUD SSMA Pontianak Edukasi Cara Benar Menggunakan Obat Oles
"Namun, apabila Diabetesi dengan kategori risiko tinggi dan sedang tetap memutuskan untuk berpuasa, maka perlu pengawasan ketat serta penyesuaian terapi oleh tenaga kesehatan," tuturnya.
Sementara itu, pasien dengan risiko rendah atau skor 0-3, umumnya memiliki kontrol gula darah yang baik, memahami cara pemantauan gula darah mandiri, serta patuh pada pengobatan dan pola makan, maka dapat berpuasa.
Dengan mengetahui stratifikasi risiko puasa, membantu pasien diabetes untuk mengambil keputusan yang bijak, dengan mempertimbangkan keselamatan diri," pungkasnya.
Sumber: pkrs-humas/rsud ssma pontianak


