Pesan artikel

BPSDM Kalbar Ukir Sejarah, PKN Tingkat II Perdana Digelar

BPSDM Kalbar Ukir Sejarah, PKN Tingkat II Perdana Digelar

Wawancara acara Bu windy bpsdm di kantor gubernur-Ara-Ara

Ia menekankan, penerapan Corporate University tidak hanya menjadi tanggung jawab BPSDM. Seluruh perangkat daerah juga memiliki peran dalam membangun budaya belajar agar peningkatan kompetensi ASN benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Bukan hanya BPSDM, tetapi perangkat daerah juga harus aktif. Karena ini menjawab kebutuhan organisasi yang nantinya harus berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui sistem tersebut, Windy berharap aparatur di Kalimantan Barat semakin adaptif, inovatif dan mampu meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:BPSDM Kalbar Gelar Seminar ASN Young Generation: Dorong ASN Muda Jadi Agen Perubahan Berkarakter Melayani

Sementara itu, rangkaian PKN Tingkat II telah dimulai dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Pelaksanaan pelatihan menggunakan kombinasi metode pembelajaran klasikal dan nonklasikal.

Pada tahap awal, peserta mengikuti pembelajaran tatap muka selama tiga hari. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan melalui pembelajaran jarak jauh menggunakan Zoom serta pembelajaran mandiri.

Peserta selanjutnya akan kembali menjalani tahapan pembelajaran klasikal di BPSDM Provinsi Kalbar hingga seluruh rangkaian PKN Tingkat II selesai pada Desember 2026.

Pada penyelenggaraan perdana tahun ini, BPSDM Provinsi Kalbar menetapkan kuota minimal sebanyak 35 peserta. Jumlah tersebut dipilih sebagai tahap awal pelaksanaan PKN Tingkat II di Kalimantan Barat.

BACA JUGA:BPSDM Kalbar Luruskan Isu Anggaran, Dorong Pembelajaran Digital untuk ASN

Windy menyebut antusiasme terhadap program tersebut cukup tinggi. Bahkan, minat tidak hanya datang dari Kalimantan Barat, tetapi juga dari kementerian, lembaga dan pemerintah provinsi lainnya.

Melihat tingginya minat tersebut, Pemprov Kalbar berencana menambah kapasitas peserta pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

“Untuk tahun ini kita mengambil kuota minimal 35 orang. Karena pertama, jadi kuota kami minimal 35 orang. Tapi tahun 2027, atas izin dari Pak Gubernur, kami membuka 70 kuota,” tutur Windy.

Ia menambahkan, jumlah peserta tahun ini belum mampu menampung seluruh peminat yang ingin mengikuti pelatihan di Kalimantan Barat.

“Dari pusat, kementerian lembaga serta provinsi lain juga banyak yang ingin mengikuti. Insyaallah di tahun 2027 ke depan benar-benar terbuka secara nasional pesertanya,” pungkasnya. 

Sumber: