Pontianak Utara Fokus Pembangunan Infrastruktur, Ini Program Prioritas 2026
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau Jalan Kebangkitan Nasional Pontianak Utara-Prokopim Pontianak-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Kecamatan Pontianak Utara menjadi salah satu fokus utama pembangunan Pemerintah Kota Pontianak. Peningkatan sejumlah jalan seperti Parit Pangeran dan Parwasal akan menyusul Jalan Kebangkitan Nasional yang sudah lebih dulu dikerjakan tahun lalu. Selain itu, setidaknya ada dua program pusat yang dibangun, yakni sekolah rakyat di Jalan Flora dan Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Batulayang.
“Alhamdulillah di tahun pertama periode kedua saya memimpin, beberapa infrastruktur sudah kita selesaikan, salah satunya Jalan Kebangkitan Nasional yang kini menjadi bagian dari outer ring road,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai subuh berjamaah di Masjid Nushatussolihin, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara pada Minggu, 22 Februari 2026.
Ke depan, Pemkot akan menuntaskan jalan lain seperti Sungai Selamat, Parwasal, Parit Pangeran hingga tembus ke Jalan Kebangkitan Nasional. Selain itu, penerangan jalan umum di sejumlah ruas dan simpang di Pontianak Utara juga akan ditambah.
BACA JUGA:Pontianak Utara Fokus Pembangunan Infrastruktur, Ini Program Prioritas 2026
Edi menjelaskan, sekitar 30 persen wilayah Pontianak Utara merupakan lahan gambut yang umumnya dimanfaatkan untuk pertanian dan dijadikan kawasan konservasi. Sektor pertanian di wilayah ini bahkan tidak hanya menyuplai kebutuhan kota, tetapi juga untuk Kalimantan Barat. Hal ini merupakan ciri khas wilayah sehingga arah pembangunan kota pun menyesuaikan.
“Tentu pembangunan di Pontianak Utara tidak sama dengan Pontianak Selatan atau Tenggara yang ciri khas wilayahnya perkantoran dan ekonomi. Jadi pembangunan tersebut disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya,” tuturnya.
Di sektor lingkungan, tahun ini akan dibangun Pusat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Batulayang. Sistem sanitary landfill telah menggantikan metode open dumping. Sampah organik akan diolah, sementara sampah anorganik dimanfaatkan menjadi material konstruksi seperti paving blok.
BACA JUGA:Festival Bangun Sahur Pontianak Jadi Etalase Budaya Sungai
“Ke depan, TPA hanya mengolah residu, sehingga beban tidak berat dan sampah tidak lagi menjadi material yang tidak bernilai,” jelasnya.
Di Pontianak Utara juga akan dibangun Sekolah Rakyat di Jalan Flora sebagai bagian dari program Presiden Prabowo yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Saat ini pembangunan tengah berjalan. Edi meminta dukungan tokoh masyarakat agar prosesnya lancar. Yang tak kalah penting, sudah ada 11 dapur penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak hanya berdampak untuk siswa dan ibu hamil, program ini turut membuka lapangan kerja dan ruang bagi warga menyalurkan hasil pertanian mereka.
Ia juga menyinggung tantangan di wilayah utara, seperti kepadatan kendaraan akibat aktivitas pusat pengisian BBM yang dilintasi hingga 500 truk tangki per hari. Banyaknya pengusaha truk tanpa lahan parkir menyebabkan ruas jalan seperti Jalan Flora dan Parwasal cepat rusak dan terlihat sempit. Namun, menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari ekosistem ekonomi yang tidak bisa serta-merta dihentikan.
BACA JUGA:Atasi Kemacetan dan Genangan, Pemkot Lebarkan Jalan Serta Perkuat Drainase Pontianak Timur
“Yang bisa kita lakukan adalah mengatur jam operasional agar tetap tertib,” katanya.
Sumber: prokopim pontianak


