Pesan artikel

Kehidupan Sosial Masyarakat Pontianak di Bulan Ramadhan

Kehidupan Sosial Masyarakat Pontianak di Bulan Ramadhan

Seluruh elemen masyarakat di Pontianak saat ikut berpatisipasi dalam kegiatan festival Pawai Obor menjelang bulan Ramadhan--dokumen istimewa

Tradisi Kultural yang Terjaga

Selain aktivitas sosial, Ramadan juga diwarnai oleh tradisi budaya lokal yang hidup dalam kehidupan masyarakat Pontianak. Menurut kajian lokal, masyarakat Melayu Pontianak menyambut malam-malam tertentu di Ramadan dengan tradisi Liquran dan Keriang Bandong, yaitu dekorasi lampion dan lentera yang menghiasi pekarangan rumah sebagai bagian dari kebiasaan saling menyemarakkan suasana malam di bulan puasa. 

Tradisi lain yang terlihat menjelang Ramadhan adalah ziarah makam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan refleksi spiritual sebelum memasuki bulan puasa. Kebiasaan ini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk memperkuat hubungan emosional dengan sejarah komunitas mereka.

BACA JUGA:Peran Pasar Ramadhan dalam Menggerakkan Ekonomi Lokal di Pontianak

Kuliner dan Ekonomi Selama Ramadhan

Kehidupan sosial Pontianak selama puasa juga ditandai dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui penjualan kuliner Ramadhan seperti aneka takjil, iftar special, dan sajian tradisional berbuka puasa. Hotel dan restoran di Pontianak seperti Novotel dan Mercure Pontianak City Center bahkan menghadirkan paket iftar bertema khas Ramadhan untuk menarik pengunjung keluarga dan kelompok komunitas. 

Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak bekerja sama dengan BUMD menggelar operasi pasar murah untuk menyediakan pangan pokok menjelang dan selama Ramadhan sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani harga pasar yang tinggi.

BACA JUGA:Sahur hingga Berburu Takjil, Berikut Tradisi Masyarakat Pontianak di Bulan Ramadhan

Toleransi dan Harmoni Sosial

Pontianak dikenal sebagai kota multikultural yang menjunjung tinggi toleransi. Tahun ini, perayaan Ramadhan beriringan dengan Imlek, namun masyarakat tetap menjaga keharmonisan sosial tanpa mengurangi makna masing-masing perayaan. Pemerintah kota menegaskan pentingnya saling menghormati sehingga kedua perayaan ini dapat berjalan berdampingan dengan damai.

Sumber: