Pesan artikel

Tradisi Pernikahan Adat Melayu Pontianak dan Nilai Budayanya

Tradisi Pernikahan Adat Melayu Pontianak dan Nilai Budayanya

Ilustrasi gambar berita-Pontianak Disway-dokumen istimewa

Studi akademik menunjukkan bahwa tradisi pernikahan adat Melayu Pontianak, khususnya arak-arakan pengantin, mengandung beragam nilai budaya penting. Nilai religius, gotong-royong, keramahtamahan, dan identitas sosial komunitas tercermin dalam partisipasi aktif warga yang hadir dalam prosesi, saling memberi bantuan, serta saling berbalas pantun dan pantun selamat sebagai bentuk penghormatan kepada kedua mempelai. Nilai pendidikan budaya juga tampak karena tradisi ini menjadi media bagi generasi muda untuk memahami dan menginternalisasi kearifan lokal masyarakat Melayu.

Selain itu, barang hantaran yang dibawa dalam arak-arakan memiliki makna filosofis. Misalnya, sirih, pinang, bunga rampai, serta berbagai perlengkapan rumah tangga menandakan harapan agar kehidupan kedua mempelai dipenuhi kesejahteraan, keharmonisan, dan kesuburan. Pantun yang dibacakan kedua keluarga juga mencerminkan cara masyarakat Melayu menyampaikan pesan moral serta ucapan selamat secara indah dan beretika. 

BACA JUGA:Aktivitas Nelayan Sungai Kapuas Pontianak dan Tantangan Ekonomi di Lapangan

Tantangan Pelestarian Tradisi

Di tengah modernisasi dan globalisasi, pelestarian tradisi pernikahan adat Melayu menghadapi tantangan seperti perubahan gaya hidup, pengaruh budaya luar, serta meningkatnya biaya pernikahan. Namun, upaya pemerintah kota, lembaga budaya, serta komunitas terus digalakkan melalui festival budaya, dokumentasi tradisi, dan sosialisasi kepada generasi muda agar tradisi ini tetap hidup dan relevan di era sekarang. 

Sumber: