Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama
--
• Berkas lama yang isinya diubah setelah pembubuhan dilakukan
• Gambar meterai hasil unduhan dari internet
Ketiganya gagal pada tahap pemeriksaan. Keterangan di dalamnya tidak cocok dengan dokumen yang memuatnya. Pemalsuan jenis ini lebih mudah dibongkar daripada pemalsuan cetak.
Satu pencegahan sederhana justru sering diabaikan. Belilah hanya dari distributor atau pengecer yang ditunjuk resmi. Harga jualnya ditetapkan sama dengan nilai nominalnya. Penawaran di bawah nominal hampir pasti bermasalah.
Cara Memeriksa Keduanya Tanpa Alat Khusus
Pada dokumen kertas
Pemeriksaan versi tempel bersandar pada indra. Terawang desainnya ke arah cahaya, lalu rasakan tekstur permukaannya. Pastikan lambang negara dan frasa resminya tercetak tajam, bukan kabur.
Perhatikan juga kondisi fisiknya. Meterai yang pernah dilepas dari dokumen lain biasanya meninggalkan jejak. Tepinya tidak rata, dan lapisan perekatnya sudah menipis.
Satu hal lain layak diperhatikan. Pembubuhan harus dilakukan pada dokumen aslinya, bukan pada fotokopinya. Fotokopi yang memuat gambar meterai tidak dianggap sebagai pelunasan.
Pada berkas elektronik
Pemeriksaan versi digital justru lebih tegas hasilnya. Tiga hal berikut layak Anda lakukan:
• Buka berkas memakai pembaca PDF, bukan aplikasi galeri gambar
• Periksa panel tanda tangan untuk melihat keterangan pembubuhannya
• Pastikan tidak ada laporan bahwa dokumen berubah setelah dibubuhi
Hasilnya hanya ada dua, cocok atau tidak cocok. Tidak ada ruang untuk penilaian subjektif seperti pada versi kertas.
Memilih Bentuk yang Tepat untuk Dokumen Anda
Urutan yang disarankan
Pemilihan sebaiknya ditentukan sebelum dokumen dibuat. Urutan berikut membantu menghindari pengerjaan ulang:
1. Tentukan lebih dulu bentuk akhir dokumennya, kertas atau berkas digital
2. Pakai versi tempel bila dokumen akan diteken basah di atas kertas
Sumber:


