Apa Itu Hilal? Berikut Penjelasan dan Perannya
Ilustrasi gambar berita--Pinterest
Rukyatul hilal dilakukan dengan mengamati langsung kemunculan bulan sabit setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop dan teropong. Biasanya, rukyat dilaksanakan di lokasi-lokasi strategis yang memiliki pandangan ufuk barat yang terbuka.
2. Hisab (Perhitungan Astronomi)
Metode hisab menggunakan perhitungan matematis dan data astronomi untuk mengetahui posisi bulan secara akurat. Dengan kemajuan teknologi, prediksi ketinggian dan elongasi hilal dapat diketahui jauh hari sebelum pengamatan dilakukan. Meski demikian, hasil hisab tetap dipadukan dengan rukyat dalam pengambilan keputusan resmi.
BACA JUGA:Ribuan Peserta Ikuti Pawai Taaruf Sambut Ramadhan 1447 Hijriah di Pontianak
Sidang Isbat 17 Februari 2026
Untuk menetapkan awal Ramadhan 2026, Kemenag akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026. Pemantauan hilal direncanakan dilakukan di sekitar 96 titik lokasi di seluruh Indonesia. Sidang Isbat menjadi forum resmi yang menggabungkan hasil rukyatul hilal dan data hisab.
Keputusan Sidang Isbat inilah yang nantinya menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadhan 2026, sekaligus menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah secara nasional.
Sumber:


