RSUD Kota
Pesan artikel

Jaga Stok dan Harga, Pemkab Kubu Raya Gelar Operasi Pasar Elpiji dan Bapokting

Jaga Stok dan Harga, Pemkab Kubu Raya Gelar Operasi Pasar Elpiji dan Bapokting

Pasar Murah Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. -Dok. Prokopim Pemkab Kubu Raya-

PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten KUBU RAYA kembali menggulirkan operasi pasar sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan hingga Idulfitri mendatang. Usai safari Ramadan di Masjid Al Muhajirin Kecamatan Sungai Raya, Bupati Sujiwo meninjau langsung operasi pasar elpiji bersubsidi dan bahan pokok penting (bapokting) di halaman Kantor Desa Parit Baru, Sungai Raya, Senin (23/2/2026).  Ia memastikan ketersediaan stok sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah menahan lonjakan harga. 

“Jadi dari sebelum Ramadan, kita sudah ada operasi pasar sebanyak 10.440 tabung. Kemudian kita lanjutkan lagi di Ramadan ini ketambahannya 14.560 tabung,” ujarnya.

Dengan tambahan tersebut, pemerintah kabupaten menargetkan distribusi hingga 50 ribu tabung elpiji selama periode Ramadan dan setelah Idulfitri.

“Dan nanti setelah Idulfitri, kita juga akan masih menggelar untuk elpiji. Target kita itu 50 ribu tabung. Dan insyaallah kita masih terus minta kepada Pertamina supaya mengimbangi,” kata Sujiwo.

Ia menegaskan koordinasi dengan Pertamina penting dilakukan agar kuota elpiji bersubsidi tetap terjaga. Terutama untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan. Lebih lanjut Sujiwo menyoroti praktik sebagian pangkalan yang menjual elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di wilayah Parit Baru yang berjarak sekitar 60 kilometer dari titik SPBE, HET elpiji ditetapkan sebesar Rp18.500 per tabung.

“Kalau di sekitar Parit Baru ini, 60 kilometer radius dari titik SPBE, itu kan HET-nya Rp18.500. Tapi kan pangkalan ada yang jual di atas itu. Itu yang dimaksud pangkalan nakal, maka kita akan tertibkan terus,” tegasnya.

BACA JUGA:Pemkab Kubu Raya Gelar Safari Ramadan 2026 di Sembilan Kecamatan, Berikut Jadwal Lengkapnya

Menurut dia, dengan menjual sesuai HET pun pangkalan sebenarnya sudah memperoleh keuntungan yang layak.

“Sebenarnya dengan menjual Rp18.500, pangkalan itu sudah mendapatkan keuntungan Rp3.000 per tabung. Lah kalau satu hari 100 tabung saja, itu sudah Rp300.000 dia dapatnya, harusnya kan bersyukur,” kata Sujiwo.

Ia mengakui salah satu persoalan terjadi ketika distribusi berlanjut ke pengecer, meski hal itu tidak diperbolehkan. Keterbatasan personel pengawasan membuat praktik tersebut sulit dibendung sepenuhnya.

“Tapi kalau selisihnya sampai ada yang jual Rp30.000, Rp35.000, Rp27.000, itu yang emak-emak itu menjerit,” ujarnya.

Karena itu, operasi pasar menjadi instrumen untuk menekan harga agar tetap sesuai HET.

“Makanya ini salah satu cara pemerintah kabupaten melalui perangkat daerah, kita melakukan komunikasi dengan Pertamina untuk minta kuota supaya kita bisa menjual dengan harga HET-nya, Rp18.500,” terangnya.

Selain elpiji, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menggelar operasi pasar bapokting berupa paket sembako yang terdiri atas beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Paket tersebut dijual seharga Rp95.000.

Sumber: