RSUD Sekadau
Pesan artikel
Backlink iklan

Rutinitas Pagi Versi Realistis yang Bisa Kamu Jalani Setiap Hari

Rutinitas Pagi Versi Realistis yang Bisa Kamu Jalani Setiap Hari

Rutinitas pagi terdengar ideal, tapi sulit diterapkan. Banyak contoh terasa jauh dari realita anak muda yang harus berangkat pagi, kerja shift, atau masih menyesuaikan ritme hidup. Padahal, rutinitas pagi tidak perlu panjang atau ribet. Yang dibutuhkan adalah kebiasaan kecil yang benar benar bisa dijalani dan memberi dampak nyata.

Rutinitas pagi versi realistis fokus pada fungsi. Tujuannya agar pagi tidak terasa kacau dan kamu punya kendali sebelum hari berjalan terlalu jauh. Simak macam-macam rutinitas pagi yang kamu ikuti.

1. Bangun dengan waktu yang masuk akal

Tidak semua orang cocok bangun jam lima pagi. Jika jam tidurmu masih belum konsisten, memaksa bangun terlalu dini justru membuat tubuh lelah seharian. Bangun 20 sampai 30 menit lebih awal dari biasanya sudah cukup untuk menciptakan ruang bernapas.

Gunakan waktu itu agar tidak terburu buru. Tidak perlu langsung produktif. Cukup bangun, duduk sebentar, dan biarkan tubuh benar benar sadar.

2. Hindari ponsel di 10 menit pertama

Kebiasaan membuka ponsel begitu bangun sering membuat pagi langsung penuh distraksi. Notifikasi kerja, chat grup, dan media sosial membuat pikiran langsung sibuk sebelum tubuh siap.

Coba tunda membuka ponsel selama 10 menit pertama. Gunakan waktu itu untuk mandi, merapikan tempat tidur, atau minum air putih. Efeknya terasa sederhana tapi signifikan. Pikiran lebih tenang dan fokus lebih terjaga.

3. Satu aktivitas tetap setiap pagi

Rutinitas pagi tidak perlu banyak. Pilih satu aktivitas yang selalu kamu lakukan setiap pagi. Bisa sesederhana minum air putih, merapikan tempat tidur, atau menarik napas dalam selama satu menit.

Aktivitas ini berfungsi sebagai penanda bahwa hari sudah dimulai. Konsistensi lebih penting daripada variasi. Saat satu kebiasaan sudah tertanam, pagi terasa lebih terstruktur tanpa perlu berpikir panjang.

4. Siapkan hari dengan satu prioritas

Daripada membuat daftar panjang, cukup tentukan satu hal yang paling penting hari itu. Satu tugas yang ingin kamu selesaikan atau satu hal yang ingin kamu jaga.

Menentukan satu prioritas membantu pikiran lebih fokus. Kamu tidak merasa harus menaklukkan semuanya sekaligus. Hari terasa lebih ringan karena arah sudah jelas sejak pagi.

5. Sarapan yang realistis

Sarapan tidak harus lengkap dan Instagramable. Yang penting tubuh mendapat energi. Roti, buah, telur rebus, atau makanan sederhana lainnya sudah cukup.

Jika pagi terlalu mepet, siapkan sarapan dari malam sebelumnya. Kebiasaan kecil ini membantu menghindari keputusan impulsif seperti jajan berlebihan atau melewatkan makan sama sekali.

6. Rapikan lingkungan sekitar

Lingkungan pagi memengaruhi mood. Meja kerja yang berantakan atau kamar yang penuh barang bisa membuat pikiran ikut kacau.

Luangkan dua sampai tiga menit untuk merapikan area terdekat. Tidak perlu menyeluruh. Cukup satu sudut yang sering kamu lihat. Ruang yang lebih rapi membantu fokus dan mengurangi rasa sumpek sejak awal hari.

Hubungan Rutinitas Pagi dan Keuangan

Sumber: vritimes.com