BINUS @Bekasi Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence Generasi Muda

Rabu 07-10-2026,11:46 WIB
Reporter : Vritimes.com
Editor : Vritimes.com

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Pentingnya kemampuan manusia dalam penggunaan AI juga terlihat dari Microsoft Work Trend Index 2026. Di Indonesia, 62% responden menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting di era AI, sementara 60% menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat berbasis AI. Perusahaan juga membutuhkan talenta yang mampu memahami permasalahan secara menyeluruh, menginterpretasikan data, bekerja secara kolaboratif, dan menentukan bagaimana teknologi dapat digunakan secara tepat.

Dari perspektif industri, perkembangan AI turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis serta kemampuan menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang memberikan nilai.

Nicholas Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, mengatakan keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan kebutuhan industri menjadi semakin penting.

“Perkembangan AI membuat kebutuhan industri terhadap talenta juga ikut berubah. Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Karena itu, keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi semakin penting agar kompetensi mahasiswa terus relevan dengan kebutuhan dunia profesional,” jelas Nicholas Dominic.

Selain kompetensi akademik dan teknis, perkembangan teknologi yang cepat juga membuat kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting.

Sunny Jovita, alumni BINUS University yang saat ini berkarier sebagai Solution Architect di Alibaba, mengatakan pengalaman menghadapi proyek dan bekerja bersama berbagai pihak menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan profesionalnya.

“Ketika masuk ke dunia profesional, teknologi dan cara kerja bisa berubah dengan sangat cepat. Pengalaman belajar di BINUS membiasakan saya untuk terus belajar, bekerja bersama tim, menyampaikan ide, dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan baru. Menurut saya, kemampuan untuk beradaptasi dan menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata akan menjadi bekal yang semakin penting bagi mahasiswa yang nantinya berkarier di era AI,” ungkap Sunny.

Peresmian Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan perspektif akademik, industri, alumni, mahasiswa, dan generasi muda.

Rangkaian kegiatan meliputi talkshow inspiratif bersama praktisi industri dan alumni yang membahas kesiapan talenta Indonesia menghadapi perkembangan AI, pameran karya mahasiswa Computer Science bersama mitra industri, serta sesi influencer meet-up untuk memperkenalkan perkembangan pendidikan dan peluang karier di bidang AI kepada generasi muda.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BINUS University memperkuat perannya dalam menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata dunia profesional. Kolaborasi bersama industri dan alumni juga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan AI serta kompetensi yang semakin dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi bagian dari langkah BINUS University dalam memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mempelajari teknologi yang akan semakin berperan dalam perkembangan ekonomi dan industri.

Melalui semangat AI Empowers @ BINUS, BINUS University berharap dapat melahirkan talenta yang memiliki fondasi teknologi yang kuat, kemampuan berpikir kritis, pemahaman terhadap kebutuhan bisnis dan masyarakat, serta kesadaran untuk menerapkan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Dengan kompetensi tersebut, generasi muda Indonesia diharapkan mampu mengambil peran dalam perkembangan AI Economy, memperkuat daya saing industri, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. Semangat tersebut juga menjadi bagian dari gerakan #AIverywhereInBINUS, yang membawa pembelajaran dan pemanfaatan AI semakin dekat dengan mahasiswa di berbagai kampus BINUS University.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tags :
Kategori :

Terkait