5 Ide Bisnis UMKM dan Cara Menjalankannya, Omzet Bisa Miliaran

Selasa 06-10-2026,11:00 WIB
Reporter : Vritimes.com
Editor : Vritimes.com

Quinn of Spicy melihat budaya makan masyarakat Indonesia yang sulit dipisahkan dari sambal sebagai peluang bisnis. Produk ini memadukan cabai dengan andaliman, rempah khas Sumatera Utara, yang memberikan sensasi pedas dan aroma khas.

“Kami menggabungkannya dengan rempah khas, namanya andaliman. Menghasilkan rasa pedas dan aroma yang khas,” ujar Owner Quinn of Spicy, Rudy Yanto.

Sejak berdiri pada 2020, Quinn of Spicy memperluas bisnis dari kanal digital ke modern trade. Produknya disebut telah terjual lebih dari 400 ribu unit di lokapasar dengan rating 4,5 dari lebih dari 30 ribu penilaian konsumen. Kapasitas produksi kini mencapai sekitar 20 ribu pieces per bulan dengan dukungan sekitar 25 pekerja lokal.

Selain memperluas distribusi ke jaringan modern trade di Sumatera, Quinn of Spicy juga memberdayakan tenaga kerja lokal, memberikan edukasi kepada UMKM, serta mengolah limbah produksi menjadi pupuk kompos.

Setelah membangun pasar domestik, Quinn of Spicy mulai membidik pasar internasional dengan mengikuti World Food Expo dan Food Hall di Singapura.

4.  Makanan Sehat

Granola Addict mengembangkan produk berbasis sereal seperti granola, muesli, premix, hingga biskuit. Bisnis yang dikembangkan Owner Granola Addict, Steven Kurniawan, tersebut awalnya bertumbuh melalui lokapasar sebelum memperluas penjualan ke pasar offline dan business-to-business (B2B), termasuk sektor perhotelan.

Pandemi COVID-19 sempat menekan penjualan online. Kondisi tersebut mendorong Granola Addict mencari kanal pasar baru dengan masuk ke hotel-hotel. Strategi ini kemudian membuka peluang baru, terutama di Bali yang kini menjadi salah satu pasar utama perusahaan.

Steven menyebut masih terdapat ribuan hotel di Indonesia yang belum digarap. Karena itu, sektor perhotelan dinilai masih memberikan ruang ekspansi, dengan dukungan relasi bisnis dan jaringan vendor yang telah dibangun.

“Untuk pengembangan ke depannya, kita mungkin akan masuk ke daerah-daerah dengan pasar yang potensial ataupun nanti ke luar negeri,” kata Steven.

5.  Camilan Sehat Kaya Rasa

Casa Grata hadir sejak 2018 dengan menawarkan camilan yang menggabungkan aspek kesehatan dan cita rasa. Owner Casa Grata, Jane Tanuwijaya, mengatakan produknya dirancang bagi konsumen yang ingin menikmati camilan tanpa mengesampingkan gaya hidup sehat.

Diferensiasi Casa Grata terletak pada produk gluten-free, sugar-free, vegan, yang telah memenuhi ketentuan halal. Saat ini, Casa Grata memiliki 10 varian rasa dan terus mengembangkan produk melalui product extension, termasuk cake flavors dan dip.

Selain menyasar konsumen individu melalui B2C, Casa Grata mengembangkan pasar B2B melalui kanal online, offline event, retail, supermarket, corporate, hingga ekspor. Mereka juga melihat peluang di sektor maskapai penerbangan, hotel, dan resort serta menjajaki kerja sama dengan buyer internasional.

Perluasan pasar tersebut diikuti dengan peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi. Dengan diferensiasi produk sehat yang tetap mengedepankan rasa, pilihan varian, dan fleksibilitas distribusi, Casa Grata menargetkan produknya semakin mudah diakses konsumen di pasar Indonesia maupun internasional.

Sebagai informasi, SETC merupakan program pemberdayaan UMKM yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) di bawah payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”.

Tags :
Kategori :

Terkait