Menurut Lasarus, kebutuhan anggaran untuk mencapai pelayanan air bersih secara menyeluruh masih sangat besar dan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun.
BACA JUGA:Kubu Raya Juara Umum MTQ XXXIV Kalbar, Wabup Sukiryanto: Kesederhanaan Bukan Penghalang
“Untuk mengejar seratus persen, kelihatannya masih jauh sekali. Perkiraan saya masih membutuhkan dana paling tidak di atas Rp1 triliun supaya Kabupaten Kubu Raya bisa terlayani secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi geografis Kubu Raya menjadi salah satu tantangan pembangunan infrastruktur air bersih. Wilayah yang luas, jarak antardesa dan antardusun, serta karakteristik lahan gambut membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi lebih tinggi.
“Kubu Raya ini daerah yang sangat mahal pembangunan infrastrukturnya. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari gambut. Mudah-mudahan dengan pembangunan yang kita lakukan hari ini, meskipun belum menyelesaikan semuanya, dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang layanan air bersihnya masih sangat minim,” katanya.
BACA JUGA:Bupati Sujiwo Resmikan Taman Pasar Kakap di Kubu Raya
Lasarus menilai peningkatan layanan air bersih semakin penting karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga Kota Pontianak. Selain itu, terdapat rencana pemerintah pusat menjadikan Kubu Raya sebagai kota satelit bagi Provinsi Kalimantan Barat.
“Kubu Raya ini sangat dekat dengan ibu kota provinsi dan menjadi daerah penyangga. Saya mendapatkan informasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bahwa mudah-mudahan tidak ada halangan, Kubu Raya akan ditetapkan sebagai kota satelit untuk Provinsi Kalimantan Barat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi sangat penting,” pungkasnya.