BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 8–10 Agustus 2026

Sabtu 08-08-2026,11:01 WIB
Reporter : Muhammad Zibi Alifiqri
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri

PONTIANAKINFO.COM - Peringatan dini cuaca Kalimantan Barat pada Sabtu, 8 Agustus hingga Senin, 10 Agustus 2026 tercatat nihil. Namun, BMKG mengidentifikasi potensi angin kencang di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang pada Sabtu, serta Kabupaten Ketapang pada Senin.

Informasi tersebut berdasarkan pembaruan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB. Data tersebut memuat peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Kalimantan Barat.

BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 8–10 Agustus 2026

Peringatan Dini Cuaca Kalbar 8-10 Agustus

Untuk Sabtu, 8 Agustus 2026, BMKG menyatakan peringatan dini cuaca di Kalimantan Barat nihil. Artinya, tidak terdapat wilayah yang masuk dalam peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga ekstrem pada pembaruan tersebut.

Kondisi yang sama berlaku pada Minggu, 9 Agustus 2026. BMKG kembali mencatat peringatan dini cuaca nihil untuk seluruh wilayah Kalimantan Barat. Sementara pada Senin, 10 Agustus 2026, peringatan dini cuaca juga tercatat nihil.

BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 8–14 Agustus 2026

Potensi Angin Kencang di Kalbar

Meski tidak terdapat peringatan dini cuaca, BMKG mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.

Pada Sabtu, 8 Agustus, potensi angin kencang tercatat di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.

BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 7–9 Agustus 2026

Selanjutnya pada Minggu, 9 Agustus, BMKG tidak mencatat adanya wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang atau nihil.

Potensi angin kencang kembali muncul pada Senin, 10 Agustus, dengan wilayah yang disebutkan adalah Kabupaten Ketapang.

BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 7–13 Agustus 2026

Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang dapat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas. Masyarakat juga disarankan mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah.

Kategori :