PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca Kalimantan Barat untuk periode Sabtu, 18 Juli hingga Senin, 20 Juli 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, terutama yang berada di kawasan utara dan barat Kalimantan Barat.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 08.27 WIB, potensi cuaca yang perlu diwaspadai terjadi pada beberapa kabupaten dengan status Waspada, yang mengindikasikan peluang terjadinya hujan sedang hingga lebat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 18–20 Juli 2026
Pada Sabtu, 18 Juli 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Sambas.
Selanjutnya pada Minggu, 19 Juli 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 18–24 Juli 2026
Sementara itu, pada Senin, 20 Juli 2026, BMKG masih menetapkan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain potensi hujan, BMKG juga menyampaikan informasi mengenai kemungkinan angin kencang. Untuk periode tiga hari ke depan, potensi angin kencang hanya diprakirakan terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Kabupaten Ketapang. Sedangkan pada Minggu, 19 Juli dan Senin, 20 Juli 2026, tidak terdapat wilayah di Kalimantan Barat yang berpotensi mengalami angin kencang atau berstatus nihil.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 17–19 Juli 2026
BMKG menjelaskan bahwa kategori Waspada menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara kategori Siaga digunakan untuk hujan lebat hingga sangat lebat, dan kategori Awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak diimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, jalan licin, hingga gangguan aktivitas transportasi.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 17–23 Juli 2026
Pengguna jalan, nelayan, petani, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Perubahan kondisi atmosfer dapat menyebabkan perkembangan awan hujan dalam waktu singkat sehingga prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.