PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang berlaku pada Senin, 13 Juli hingga Rabu, 15 Juli 2026.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Senin, 13 Juli 2026 pukul 08.14 WIB, tidak terdapat wilayah di Kalimantan Barat yang berpotensi mengalami hujan dengan kategori waspada, siaga, maupun awas selama periode tiga hari tersebut. Seluruh wilayah provinsi diprakirakan berada dalam kondisi yang relatif aman dari potensi hujan sedang hingga ekstrem.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 13–15 Juli 2026
Pada Senin, 13 Juli 2026, BMKG mencatat status nihil untuk seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Artinya, tidak ada daerah yang masuk dalam kategori peringatan dini hujan sedang hingga lebat.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026. BMKG kembali menyatakan tidak ada wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 13–19 Juli 2026
Sementara itu, pada Rabu, 15 Juli 2026, seluruh wilayah Kalimantan Barat juga diperkirakan masih berada dalam kondisi aman tanpa adanya peringatan dini cuaca terkait hujan lebat.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah. BMKG mengingatkan bahwa cuaca dapat berubah secara cepat sehingga masyarakat perlu terus memantau pembaruan prakiraan cuaca harian melalui kanal resmi BMKG.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 12–14 Juli 2026
Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan informasi mengenai potensi angin kencang. Untuk Senin, 13 Juli 2026, tidak terdapat wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang atau berstatus nihil.
Namun, pada Selasa, 14 Juli 2026, terdapat dua daerah yang berpotensi mengalami angin kencang, yakni Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 12–18 Juli 2026
Selanjutnya, pada Rabu, 15 Juli 2026, potensi angin kencang masih diperkirakan terjadi di Kabupaten Kayong Utara, sementara Kabupaten Ketapang tidak lagi masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, pengguna transportasi laut, pengendara, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan di wilayah pesisir dan terbuka agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hembusan angin kencang.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 11–13 Juli 2026