Ada beberapa alasan mengapa strategi ini cukup dikenal dalam perencanaan keuangan.
1. Jadwal Pencairan Lebih Fleksibel
Seluruh dana tidak terkunci dalam satu waktu jatuh tempo.
Setiap beberapa bulan, ada deposito yang selesai sesuai tenor yang dipilih.
2. Memudahkan Menyesuaikan Kebutuhan Keuangan
Setiap orang memiliki tujuan keuangan yang berbeda.
Misalnya:
- Dana liburan enam bulan lagi.
- Dana renovasi rumah tahun depan.
- Dana pendidikan yang dibutuhkan secara bertahap.
Laddering membantu menyusun penempatan dana sesuai rencana tersebut.
3. Membantu Mengelola Dana Secara Bertahap
Saat salah satu deposito jatuh tempo, kamu memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kembali kebutuhan keuangan.
Kalau dana belum diperlukan, kamu bisa mempertimbangkan untuk menempatkannya kembali pada deposito dengan tenor yang sesuai.
Apakah Laddering Cocok untuk Semua Orang?
Belum tentu. Strategi ini umumnya lebih sesuai bagi orang yang:
- Sudah memiliki dana darurat.
- Memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat.
- Ingin menyusun beberapa target keuangan dengan jadwal yang berbeda.
Kalau dana masih berpotensi digunakan sewaktu-waktu, sebaiknya pastikan kebutuhan likuiditas tetap terpenuhi sebelum menempatkannya pada deposito.