Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence (AI), membuat perusahaan semakin membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengembangkan sistem otomatisasi dan robotika modern. Tak heran jika University of Advancing Technology (UAT) di AS memperkirakan bahwa tingkat permintaan pekerjaan ahli robotics engineering akan meningkat sebesar 6,4% selama 10 tahun ke depan. Lantas, apa saja yang akan kamu pelajari selama kuliah di jurusan Robotics Engineering?
Skill yang Dipelajari di Jurusan Automotive Robotics Engineering
Mahasiswa Automotive Robotics Engineering akan mempelajari kombinasi keilmuan teknik, teknologi digital, dan sistem otomatisasi modern seperti:
● Mechanical engineering dan desain sistem mekanik
● Electrical engineering dan sistem elektronik
● Pemrograman robotika serta embedded system
● Artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT)
● 3D modeling menggunakan software seperti CATIA dan AutoCAD
● Sistem kontrol dan otomasi industri
● Problem solving dan analytical thinking
Prospek Karier Automotive Robotics Engineering
Lulusan Automotive Robotics Engineering memiliki peluang karier yang sangat luas di berbagai industri modern. Berikut beberapa jalur karier yang menjanjikan:
1. Robotics engineer
Robotics engineer bertanggung jawab untuk merancang, mengembangkan, memprogram, hingga merawat sistem robotik dan mesin otomatis. Profesi ini menggabungkan kemampuan mekanika, elektronika, dan computer science untuk menciptakan sistem pintar yang membantu pekerjaan manusia di berbagai industri seperti otomotif, medis, logistik, hingga eksplorasi teknologi canggih. Seorang robotics engineer juga perlu memahami AI, sensor, sistem kontrol, serta automation system untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
2. Automotive engineer
Automotive engineer berfokus pada desain, pengembangan, produksi, dan pengujian kendaraan bermotor seperti mobil, motor, hingga kendaraan listrik. Bidang ini memadukan teknologi mekanik, perangkat lunak, sistem elektronik, dan keselamatan kendaraan untuk menghasilkan transportasi modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Lulusan Robotics Engineering memiliki peluang besar untuk bekerja sebagai product development engineer, automation system engineer, maupun engineer di industri kendaraan listrik dan autonomous vehicle.
3. R&D engineer
R&D engineer atau Research and Development Engineer memiliki tugas menciptakan inovasi produk dan teknologi baru melalui proses riset, eksperimen, hingga pengujian. Profesi ini membutuhkan kemampuan analisis, kreativitas, dan problem solving yang tinggi karena bertugas mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar. R&D engineer sangat dibutuhkan di industri manufaktur, otomotif, teknologi, kesehatan, hingga berbagai sektor yang mengutamakan inovasi produk.
4. Robotics consultant
Selain menjadi engineer, lulusan Robotics Engineering juga bisa berkarier sebagai robotics consultant. Profesi ini bertugas membantu perusahaan merancang dan menerapkan solusi robotika serta sistem otomasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. Robotics consultant biasanya bekerja di sektor manufaktur, kesehatan, logistik, hingga pertanian dengan memanfaatkan teknologi seperti Robot Operating System (ROS), AI, sensor, dan automation system.
Peluang Entrepreneurship untuk Lulusan Automotive Robotics Engineering
Tidak hanya memiliki prospek kerja yang luas, lulusan Automotive Robotics Engineering juga memiliki peluang besar untuk membangun bisnis berbasis teknologi.