Dana darurat seharusnya digunakan untuk kondisi yang benar-benar mendesak, misalnya:
- Kehilangan pekerjaan.
- Biaya pengobatan.
- Perbaikan kendaraan yang digunakan untuk bekerja.
- Kebutuhan mendesak lainnya.
Belanja diskon atau liburan dadakan sebaiknya tidak diambil dari dana darurat.
3. Menargetkan Nominal Terlalu Besar
Sebagian orang menunda membangun dana darurat karena merasa harus langsung mengumpulkan puluhan juta rupiah.
Padahal, dana darurat bisa dibangun secara bertahap sesuai kemampuan.
Mulai dari nominal kecil tetap lebih baik dibanding terus menunda.
4. Tidak Menambah Dana Darurat Saat Penghasilan Naik
Kenaikan penghasilan sering diikuti kenaikan gaya hidup.
Padahal, kebutuhan dana darurat juga bisa berubah seiring bertambahnya tanggungan atau pengeluaran bulanan.
Luangkan waktu untuk mengevaluasi target dana darurat secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.
Bolehkah Dana Darurat Disimpan di Deposito?
Pada umumnya, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang mudah diakses ketika dibutuhkan.
Namun, apabila dana darurat sudah terbentuk dalam jumlah yang memadai, sebagian orang memilih membagi penyimpanannya sesuai kebutuhan likuiditas. Misalnya, sebagian tetap disimpan di tabungan untuk kebutuhan mendesak, sementara sebagian lainnya dipertimbangkan pada produk simpanan berjangka sesuai tujuan dan karakteristik produknya.
Pilihan ini tentu perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan serta kebutuhan masing-masing.
Kelola Dana Lebih Terencana dengan Deposito FLEXI neobank
Kalau kamu memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, Deposito FLEXI di neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.