PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Kalimantan Barat merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk periode Senin, 1 Juni hingga Rabu, 3 Juni 2026.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Senin, 1 Juni 2026 pukul 09.03 WIB, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat diperkirakan berada dalam kondisi cuaca relatif aman dari potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada awal pekan. Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat satu daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang perlu diwaspadai.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 1–3 Juni 2026
Dalam peta peringatan dini yang dirilis BMKG Kalbar, tidak ada wilayah yang masuk kategori waspada pada Senin, 1 Juni 2026. Kondisi serupa juga terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026, di mana seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat tidak tercantum dalam daftar wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat.
Sementara itu, pada Rabu, 3 Juni 2026, Kabupaten Ketapang menjadi satu-satunya wilayah di Kalimantan Barat yang masuk dalam kategori waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 1–7 Juni 2026
BMKG menjelaskan bahwa kategori “Waspada” menunjukkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu sejumlah dampak hidrometeorologi, terutama di daerah rawan banjir, genangan, longsor, maupun gangguan aktivitas transportasi darat dan sungai.
Selain itu, BMKG Kalbar juga menyampaikan bahwa tidak terdapat potensi angin kencang di seluruh wilayah Kalimantan Barat selama periode tiga hari tersebut. Pada kolom peringatan angin kencang untuk Senin, Selasa, dan Rabu seluruhnya tercatat “Nihil”.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 31 Mei–2 Juni 2026
Meski potensi cuaca ekstrem cenderung menurun dibanding beberapa pekan sebelumnya, masyarakat di Kabupaten Ketapang tetap diimbau untuk memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG. Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama nelayan, petani, pelaku transportasi, dan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca yang berpotensi terjadi selama masa peralihan musim.