PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo mengapresiasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang mempercayakan Kabupaten Kubu Raya sebagai tuan rumah kegiatan Sosialisasi Sinergi Ekonomi Kerakyatan pada Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, sosialisasi di aula kantor bupati yang dihadiri Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya itu menepis stigma publik yang kerap menyebut pemerintah daerah hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hadir pada sosialisasi sejumlah kepala daerah dan perwakilan SPPG se-Kalimantan Barat.
BACA JUGA:Punya Banyak Manfaat, Bupati Kubu Raya Komitmen Sukseskan Program MBG
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Badan Gizi Nasional yang menggelar rapat koordinasi melibatkan semua elemen yang terkorelasi di Kabupaten Kubu Raya. Anggapan atau stigma publik bahwa pemerintah daerah tidak dilibatkan memang sebelumnya iya, kita merasa betul-betul hanya jadi penonton. Tapi dengan kehadiran Wakil Kepala BGN, stigma itu terpatahkan. Ini yang membuat kita semangat,” kata Sujiwo.
Sujiwo mengungkapkan saat ini Kubu Raya telah memiliki 71 dapur mandiri yang beroperasi dan satu dapur tambahan yang sedang dalam proses tindak lanjut untuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia memastikan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program pemerintah khususnya program MBG yang sangat strategis.
BACA JUGA:Pemkab Kubu Raya Hentikan Pembakaran Arang Bakau Demi Kelestarian Mangrove
“Dengan kehadiran BGN dan semua elemen terkait, kami wajib sukseskan MBG karena ini proyek strategis nasional Bapak Presiden. Jika kita lakukan sesuai standar operasional dan dikawinkan dengan berbagai elemen, ini sangat dahsyat. Bukan hanya soal perbaikan gizi, penurunan stunting, dan peningkatan SDM siswa, tetapi di balik itu ada pergerakan ekonomi luar biasa. Perputaran uang yang masuk ke Kubu Raya cukup besar dan harus kita lokalisir. Jangan sampai uang itu keluar,” tutur Sujiwo menegaskan.
Untuk mewujudkan lokalisasi ekonomi tersebut, Sujiwo memaparkan langkah konkret yang akan dilakukan. Kebutuhan menu MBG seperti ikan, daging ayam, daging sapi, telur, sayur-mayur, dan buah akan disediakan secara berkelanjutan oleh petani dan peternak lokal.
BACA JUGA:Pemkab Kubu Raya Gandeng Kampus Lindungi Potensi Daerah Lokal
"Kita tidak bisa punya semangat melokalisir uang tapi tidak bertanggung jawab menyediakan pasokan secara berkelanjutan. Minggu depan kami lakukan penajaman. Dinas Perikanan harus segera memetakan kebutuhan ikan nila dan lele. Buat kalender tebar benih agar tidak putus. Dinas Pertanian juga harus buat kalender tanam sayur-mayur yang sustainable. Kalau ini terpenuhi, saya yakin dapur-dapur akan mengambil produk petani kita. Kubu Raya sebenarnya penghasil semua komoditas tadi. Maka akan terjadi ekonomi kerakyatan," paparnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menilai sinergi program MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang juga merupakan proyek strategis nasional Presiden Prabowo akan menghasilkan dampak berganda.
BACA JUGA:Bupati Kubu Raya Lepas Waisak Run di Vihara Vajra Bumi, Ajak Umat Jaga Kerukunan
"Ujungnya adalah ketahanan pangan dan goal-nya kesejahteraan. Kami bertekad program MBG betul-betul berdampak dengan multiplier effect untuk pergerakan ekonomi," tambahnya.
Di sisi lain, Sujiwo juga mengingatkan oknum-oknum yang lalai dalam menjalankan tanggung jawab.
BACA JUGA:Bupati Kubu Raya Kunjungi BP Batam, Gali Referensi Tingkatkan Layanan Air Bersih