PONTIANAKINFO.COM - BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Kalimantan Barat yang berlaku mulai Jumat, 1 Mei hingga Minggu, 3 Mei 2026. Dalam rilis tersebut, sejumlah daerah diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Pada Jumat, 1 Mei 2026, hampir seluruh wilayah Kalbar masuk dalam kategori waspada. Daerah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sanggau, Sekadau, hingga Sintang. Kondisi ini menunjukkan potensi hujan yang cukup merata di sebagian besar wilayah.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 1–3 Mei 2026
Memasuki Sabtu, 2 Mei 2026, wilayah terdampak semakin meluas. Selain kabupaten sebelumnya, hujan juga berpotensi terjadi di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Wilayah lain yang masuk dalam peringatan dini di antaranya Mempawah, Sambas, dan Sanggau. BMKG mengingatkan bahwa pola hujan masih didominasi intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menimbulkan genangan air di beberapa titik rawan.
Sementara itu, pada Minggu, 3 Mei 2026, wilayah yang masih berpotensi mengalami hujan meliputi Kabupaten Bengkayang, Kayong Utara, Ketapang, dan Landak. Meski cakupan wilayah berkurang, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 1–7 Mei 2026
BMKG juga menjelaskan klasifikasi peringatan dini yang digunakan, yakni WASPADA untuk hujan sedang hingga lebat, SIAGA untuk hujan lebat hingga sangat lebat, serta AWAS untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem. Dalam periode ini, mayoritas wilayah berada pada level WASPADA.
Selain itu, dalam rilis tersebut disebutkan bahwa tidak terdapat potensi angin kencang di seluruh wilayah Kalimantan Barat selama periode 1–3 Mei 2026 atau dinyatakan nihil.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 28–30 April 2026
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap dampak cuaca, seperti genangan air, banjir lokal, serta jalan licin yang dapat mengganggu aktivitas harian. Warga juga disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.