PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis peringatan dini cuaca 3 harian untuk wilayah Kalimantan Barat yang berlaku mulai Selasa, 28 April hingga Kamis, 30 April 2026. Dalam rilis terbaru tersebut, sejumlah daerah di Kalbar diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Berdasarkan data pembaruan BMKG pada Selasa, 28 April 2026 pukul 08.49 WIB, wilayah yang berpotensi terdampak hujan pada hari pertama meliputi Kabupaten Kapuas Hulu. Meski cakupan wilayah masih terbatas, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 28–30 April 2026
Memasuki Rabu, 29 April 2026, potensi hujan meluas ke sejumlah daerah lain, di antaranya Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Landak, Melawi, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Intensitas hujan yang diperkirakan berada pada kategori sedang hingga lebat ini berpotensi menimbulkan genangan air serta meningkatkan risiko banjir di wilayah rawan.
Sementara itu, pada Kamis, 30 April 2026, cakupan wilayah terdampak semakin luas. BMKG mencatat potensi hujan terjadi di Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sanggau, Sekadau, hingga Sintang. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas atmosfer yang signifikan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 28 April–4 Mei 2026
Dalam keterangannya, BMKG membagi tingkat peringatan menjadi tiga kategori, yakni waspada untuk hujan sedang hingga lebat, siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat, serta awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem. Namun, pada periode ini mayoritas wilayah masih berada pada kategori waspada.
BMKG juga menyampaikan bahwa tidak terdapat potensi angin kencang selama periode 28 hingga 30 April 2026, atau tercatat nihil di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 27–29 April 2026
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, dan terganggunya aktivitas transportasi. Warga juga disarankan untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perkembangan cuaca ekstrem.