Bupati Kubu Raya Dorong Guru Jadi Teladan, Tekankan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Kamis 16-04-2026,15:37 WIB
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri

PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo mengungkapkan harapan besarnya terhadap peran guru dalam mengejar ketertinggalan dunia pendidikan di daerah. Ia menyebut pendidikan masih menjadi sektor yang harus dipacu, dan untuk itu dirinya berjanji akan hadir sesering mungkin guna untuk memberikan motivasi.

“Karena saya mempunyai harapan yang teramat besar terhadap teman-teman guru. Dunia pendidikan kita lumayan tertinggal, ini harus kita pacu. Saya harus hadir sesering mungkin memberikan semangat kepada guru,” tegas Bupati Sujiwo saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar Guru Kecamatan Teluk Pakedai dan Kecamatan Kubu di Qubu Resort, Sungai Raya pada Kamis, 16 April 2026. 

BACA JUGA:Tekankan Filosofi Ki Hadjar Dewantara, Bupati Kubu Raya Dorong Guru Jadi Teladan

Sujiwo menyebut kehadirannya pada halalbihalal para guru adalah bentuk cinta dan atensi di tengah setumpuk agenda kedinasan di hari yang sama.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir dan membersamai keluarga besar guru di dua kecamatan, Teluk Pakedai dan Kubu. Hari ini saya ada lima agenda. Semua saya disposisikan, saya hadir di sini sebagai bentuk cinta, atensi saya terhadap guru,” ujarnya.

BACA JUGA:HUT ke-62, Ini Harapan Bupati Kubu Raya untuk Bank Kalbar

Lebih lanjut Sujiwo menyampaikan pesan kepemimpinan yang ia kutip dari pahlawan nasional di bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara. Ia mengingatkan bahwa setiap guru dan kepala sekolah adalah pemimpin yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. 

“Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Pegang teguh itu sebagai guidance untuk mengawal pengabdian kita, khususnya di dunia pendidikan,” pesannya.

BACA JUGA:Bupati Kubu Raya Apresiasi LKBN Antara Tanam 500 Pohon

Lebih rinci ia menjelaskan filosofi pendidikan yang ideal menurut Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang berarti di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberikan dorongan atau motivasi.

"Pemimpin tidak harus selalu di depan. Kalau di depan terus, kita tidak tahu ada anak buah yang terjatuh, terluka, perlu uluran tangan. Itu hanya terlihat ketika kita ada di belakang," tuturnya.

BACA JUGA:HUT ke-62 Bank Kalbar, Bupati Kubu Raya Puji Kepedulian dan Kinerja

Pada kesempatan itu Sujiwo juga menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan perlindungan kepada para guru yang menjalankan tugas dengan baik. Ia bertekad menghentikan segala bentuk kriminalisasi, intimidasi, dan perlakuan tidak adil terhadap tenaga pendidik.

"Saya akan membereskan semuanya. Saya akan menjadi orang kuat bagi guru. Selama guru-guru itu melakukan tugasnya dengan baik, tidak ada pelanggaran kode etik, saya pastikan tidak boleh ada guru yang teraniaya," tandasnya.

BACA JUGA:Wabup Sukiryanto Tegaskan KONI Kubu Raya Harus Berbenah, Jangan Hanya Jadi Penonton

Kategori :