Dalam sesi talkshow ilmiah yang menjadi bagian dari rangkaian acara, para pembicara menyoroti meningkatnya prevalensi kulit sensitif pada masyarakat modern. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan gangguan pada skin barrier, yaitu lapisan pelindung kulit yang berperan menjaga keseimbangan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari iritasi dan paparan lingkungan.
Gangguan pada skin barrier dapat memicu berbagai keluhan dermatologis seperti kulit kering, kemerahan, rasa gatal, hingga kondisi inflamasi yang lebih kompleks seperti dermatitis atau eksim.
Dalam diskusi tersebut, dokter yang hadir menjelaskan bahwa pendekatan perawatan kulit sensitif sebaiknya berfokus pada dua aspek utama, yaitu menenangkan inflamasi ringan pada kulit serta membantu memperbaiki fungsi barrier kulit.
“Kulit sensitif dan eksim sering kali berhubungan dengan gangguan fungsi pelindung kulit. Oleh karena itu, perawatan yang digunakan perlu bersifat gentle, tidak memicu iritasi, serta membantu mendukung pemulihan skin barrier,” jelas dokter dalam sesi edukasi kesehatan kulit.
Potensi Kemangi sebagai Bahan Aktif Skincare
Salah satu tanaman yang menjadi fokus dalam kolaborasi ini adalah kemangi (Ocimum basilicum), tanaman herbal yang selama ini dikenal luas dalam konsumsi kuliner, namun juga memiliki potensi bioaktif dalam perawatan kulit.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kemangi memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi memberikan efek menenangkan pada kulit, serta membantu menjaga keseimbangan kelembaban kulit.
Dalam kesempatan tersebut, Ciara juga memperkenalkan inovasi body care berbasis kemangi melalui Kemangi Calming Body Salve, yang memanfaatkan Ekstrak Kemangi Ocimoist® hasil pengembangan riset bahan alami.
Produk ini diformulasikan dengan kombinasi bahan yang bertujuan membantu memberikan efek menenangkan serta mendukung kelembaban kulit, terutama pada kondisi kulit yang mengalami kekeringan, iritasi ringan, atau rasa tidak nyaman.
Menurut Raafi, pengembangan produk berbasis bahan lokal membutuhkan kolaborasi yang erat antara brand dan institusi riset.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pemanfaatan bahan alami Indonesia tidak hanya berangkat dari tren natural skincare, tetapi juga didukung oleh penelitian yang memadai sehingga dapat memberikan manfaat yang jelas bagi kesehatan kulit,” ujarnya.
Sementara itu ia menambahkan bahwa eksplorasi bahan lokal yang berbasis riset dapat membuka peluang baru bagi inovasi dalam industri skincare nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Maily, Head Corporate Advance Research and Evaluation Center Martha Tilaar Group, menjelaskan bahwa pengembangan bahan alam dalam produk perawatan kulit memerlukan proses riset yang komprehensif. Melalui penelitian yang dilakukan di Martha Tilaar Innovation Center (MTIC), berbagai tanaman Indonesia dikaji secara ilmiah mulai dari identifikasi potensi senyawa bioaktif, proses ekstraksi dan standarisasi bahan, hingga evaluasi keamanan dan efektivitasnya dalam formulasi kosmetik. Pendekatan ini memungkinkan tanaman lokal, termasuk kemangi, tidak hanya dikenal sebagai bagian dari tradisi herbal, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bahan aktif yang relevan bagi kebutuhan produk skincare modern.
Penguatan Ekosistem Riset Bahan Alami Indonesia
Kolaborasi Ciara dan PT Martina Berto Tbk juga diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem riset bahan alami Indonesia. Pemanfaatan tanaman lokal yang dilakukan secara berkelanjutan berpotensi memberikan dampak positif tidak hanya bagi industri kesehatan dan kecantikan, tetapi juga bagi sektor pertanian serta pelestarian biodiversitas.
Ke depan, kedua pihak berencana melanjutkan kerja sama dalam pengembangan berbagai bahan aktif berbasis tanaman Indonesia yang dapat menjawab kebutuhan perawatan kulit masyarakat, khususnya di wilayah beriklim tropis.
Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap kesehatan kulit, pendekatan yang menggabungkan riset ilmiah, bahan alami, dan edukasi masyarakat dinilai menjadi langkah penting dalam menghadirkan inovasi perawatan kulit yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.
Tentang Ciara Indonesia