Ia juga menyinggung besarnya peran alumni HMI dalam kepemimpinan di Indonesia. Menurutnya, saat mengikuti kegiatan retret kepala daerah beberapa waktu lalu, tercatat ada lebih dari seratus kepala daerah yang merupakan alumni HMI.
BACA JUGA:Jelang Idulfitri, Wali Kota Pontianak Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali
“Waktu retret ada seratus lebih kepala daerah yang merupakan alumni HMI,” ungkapnya.
Namun demikian, Edi mengingatkan bahwa mengelola pemerintahan daerah bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi sehingga diperlukan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Mengelola kota ini tidak semudah yang kita bayangkan. Maka diperlukan sinergi dan kolaborasi. Di era digital ini semuanya ingin cepat dan sangat transparan,” jelasnya.
BACA JUGA:Pemkot Pontianak Beri Bantuan Operasional untuk 1.006 Guru Ngaji Tradisional
Ia juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini, termasuk berbagai persoalan hukum yang menjerat sejumlah pejabat di berbagai daerah.
“Di bulan ini saja sudah empat atau lima kepala daerah yang terkena OTT dengan berbagai macam persoalan. Tantangannya cukup besar dengan berbagai problematika, sehingga perlu kolaborasi dan sinergi semua pihak,” ujarnya.
Edi menambahkan, berbagai persoalan di Kota Pontianak juga cukup kompleks sehingga membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat.
BACA JUGA:Wali Kota Pontianak: Ekonomi Kota Tetap Positif Jadi Dasar RKPD 2026–2027
Ia berharap kegiatan silaturahmi tersebut mampu memperkuat soliditas alumni HMI dan KAHMI di Kalimantan Barat agar dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan silaturahmi ini membuat kita semakin solid dan chemistry kita semakin kuat, sehingga bersama-sama kita bisa bermanfaat di tengah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.