Jelang Idulfitri, Wali Kota Pontianak Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali

Jumat 13-03-2026,11:28 WIB
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri

Ia menambahkan, Pasar Puring sudah cukup lama tidak mengalami perbaikan, dengan rehabilitasi terakhir dilakukan sekitar delapan tahun lalu. Oleh karena itu, penataan ulang juga akan dilakukan, termasuk pengaturan ruang bagi pedagang kaki lima (PKL).

“Kita akan menata kembali agar lebih tertib. Pedagang nyaman berjualan, dan masyarakat juga lebih nyaman saat berbelanja,” imbuhnya.

BACA JUGA:Wali Kota Pontianak: Ekonomi Kota Tetap Positif Jadi Dasar RKPD 2026–2027

Sementara itu, salah seorang pedagang daging, Deddy Junaidi (42), mengatakan permintaan daging saat ini cukup baik, terutama untuk kebutuhan bakso. Banyak pembeli yang membeli daging untuk digiling sebagai bahan bakso.

“Permintaan lumayan banyak, terutama untuk bakso. Banyak yang masih menggiling daging untuk bakso,” tuturnya saat ditemui di lapak dagangnya di Pasar Puring.

Ia menjelaskan, saat ini harga daging sapi beku berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Sementara daging sapi lokal dijual sekitar Rp160 ribu per kilogram. Sebelum Lebaran lalu, harga daging beku masih sekitar Rp130 ribu per kilogram dan daging lokal sekitar Rp150 ribu per kilogram.

BACA JUGA:Pasar Murah PKK Pontianak Bantu Kader Posyandu Jelang Idulfitri

“Jenis daging yang paling banyak dicari pembeli adalah daging untuk kebutuhan bakso karena permintaannya relatif stabil dibandingkan jenis lainnya,” terangnya.

Meski demikian, ia berharap harga daging dapat lebih stabil. Pasalnya, jika harga dari pemasok terlalu tinggi, pedagang juga harus mengambil dengan harga mahal sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi kecil.

“Harapannya harga daging jangan terlalu mahal. Kalau kami mengambilnya sudah mahal, penjualan jadi kurang sesuai dan pendapatan juga sedikit,” jelasnya.

BACA JUGA:Pemkot Pontianak Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying

Selain daging segar dan lokal, sebagian pembeli juga memilih daging beku yang didatangkan melalui Bulog, termasuk daging dengan kode tertentu seperti kode 11 dan kode 06, serta daging tetelan yang harganya relatif lebih terjangkau.

Di sisi lain, Deddy juga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi pasar, khususnya terkait penataan dan fasilitas bagi pedagang maupun pembeli. 

Menurutnya, kondisi pasar saat ini perlu dilakukan renovasi, terutama pada area luar pasar yang dinilai masih sempit dan kurang tertata.

BACA JUGA:Disnaker Pontianak Siapkan 10 Pelatihan Kerja Sepanjang 2026

Kategori :