PONTIANAKINFO.COM - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026. Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada pukul 03.04.04 WIB dan dirasakan di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
BMKG menyebutkan gempa memiliki parameter magnitudo M5,0 setelah dilakukan pembaruan analisis. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,04° Lintang Selatan dan 111,91° Bujur Timur, atau tepatnya berada di darat wilayah Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
BACA JUGA:Penjelasan BMKG Tentang Gempa M5,0 Terjadi di Sintang
Dalam peta guncangan (ShakeMap) yang dirilis BMKG, pusat gempa berada sekitar 78 kilometer timur laut wilayah Melawi. Peta tersebut menunjukkan area berwarna biru hingga hijau yang menandakan tingkat guncangan ringan hingga sedang di wilayah sekitar pusat gempa, termasuk Sintang dan daerah sekitarnya.
Menurut BMKG, dengan memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Adang yang berada di wilayah Kalimantan Barat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 12–14 Maret 2026
Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip, yakni pergerakan lempeng secara horizontal.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas berbeda. Di Sintang dan Sanggau, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berat yang melintas.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 12–18 Maret 2026
Sementara itu, di wilayah Melawi dan Katingan, getaran gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Hingga laporan ini disampaikan, BMKG menyatakan belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemodelan juga menunjukkan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 11–13 Maret 2026
BMKG juga mencatat bahwa hingga pukul 03.35 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa serta memastikan kondisi rumah aman sebelum kembali masuk.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 11–17 Maret 2026