Ia juga menilai pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi salah satu cara memperkuat ekonomi keluarga.
“Lahan kosong di sekitar rumah dapat diberdayakan untuk menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.
Kepala Bidang Pertanian DPPP Kota Pontianak Kanti Apriani mengatakan, pengembangan jagung di Pontianak diawali dengan uji coba sejak tahun 2025 setelah pihaknya melakukan studi banding ke Kabupaten Bengkayang yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung di Kalimantan Barat.
“Kita sudah melakukan uji coba di lahan gambut dan hasilnya memuaskan. Setelah berhasil, baru kita laksanakan penanaman di salah satu kelompok tani di Pontianak Utara,” jelasnya.
Panen perdana kali ini dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Hidup Baru. Saat ini terdapat lima kelompok tani di Pontianak Utara yang direncanakan akan mengembangkan komoditas jagung.
BACA JUGA:MABT Kota Pontianak Apresiasi Penggagas Berdirinya Organisasi Tahun 2005
Menurut Kanti, sejak 2025 pemerintah kota menargetkan penanaman jagung seluas dua hektare dan target tersebut telah tercapai. Pada tahun 2026 pengembangan jagung akan kembali ditingkatkan seiring bertambahnya kelompok tani yang terlibat.
Selain jagung, Kota Pontianak juga memiliki komoditas unggulan hortikultura, terutama sayuran daun dengan luas lahan hampir 300 hektare.
“Produksi sayuran tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah di Kalimantan Barat,” terangnya.
BACA JUGA:PSKS Jadi Garda Terdepan Penanganan Masalah Sosial Pontianak
Untuk komoditas cabai, pada tahun lalu luas lahan panen mencapai sekitar 10 hektare. Tahun ini pemerintah kota berencana meningkatkan produksi cabai melalui kerja sama dengan Bank Indonesia.
“Kita juga menyalurkan bantuan bibit cabai polibag sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi. Bibit yang disalurkan antara lain di Pontianak Barat sebanyak 3.940 batang dan di Pontianak Utara 4.240 batang,” jelas Kanti.
Salah seorang petani jagung, Sukur (40), mengapresiasi program Pemerintah Kota Pontianak yang telah memberikan bantuan sarana produksi untuk pengembangan lahan jagung yang ditanam sejak November 2025.
BACA JUGA:Sekda Pontianak Amirullah Tekankan Penguasaan IKK dan Ketepatan Waktu LPPD 2026