PONTIANAKINFO.COM - Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah berubah menjadi konfrontasi militer terbuka yang dimana memicu kekhawatiran konflik regional meluas dan dampak global besar, terutama setelah serangkaian serangan udara gabungan oleh AS dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Konflik ini mencatatkan babak paling intens sejak perang singkat Juni 2025.
BACA JUGA:Perang AS–Israel Vs Iran: Kronologi Serangan dan Dampak Global
Latar Belakang Konflik
Permusuhan Iran–AS–Israel sudah berlangsung puluhan tahun karena sejumlah isu:
- Program nuklir Iran yang dipandang oleh Washington dan Tel Aviv sebagai ancaman eksistensial.
- Dukungan Iran terhadap kelompok proxy seperti Hezbollah di Lebanon dan milisi di Irak serta Suriah.
- Penghapusan kesepakatan nuklir (JCPOA) oleh AS pada 2018 yang meningkatkan sanksi dan ketegangan diplomatik.
Selama dekade terakhir konflik sering muncul berupa bentrokan proxy, serangan udara, dan serangan rudal kecil yang menguji batas toleransi masing-masing pihak.
BACA JUGA:Indeks Saham Amerika sebagai Barometer Pasar Global
Kronologi Konflik: Dari Ketegangan ke Perang Terbuka
13–24 Juni 2025 — Perang Dua Belas Hari
Pada pertengahan Juni 2025, Israel melancarkan serangan udara besar terhadap beberapa instalasi militer dan nuklir Iran. Iran membalas dengan peluncuran ratusan rudal balistik dan drone, menembus wilayah udara Israel dan menimbulkan korban serta kerusakan. Gencatan senjata akhirnya disepakati pada 24 Juni 2025 melalui mediasi internasional.
Akhir Januari – Februari 2026 — Ketegangan Meningkat