PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK – Memasuki pertengahan tahun 2026, ketergantungan masyarakat terhadap perangkat digital semakin tinggi. Kondisi ini menuntut perhatian ekstra terhadap kesehatan indra penglihatan. Menanggapi tantangan tersebut, dr. Sri Yuliani Elida, Sp.M, Dokter Poli Penyakit Mata di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, memberikan panduan komprehensif mengenai deteksi dini dan pencegahan kerusakan mata.
Diagnosis Penyakit Mata: Mengenal Gejala Sejak Dini
Penyakit mata sering kali berkembang tanpa disadari oleh penderita. dr. Sri menjelaskan bahwa perbedaan gejala antar penyakit sangat spesifik.
"Gejala Umum, biasanya pasien mengeluh penglihatan menjadi kabur. Glaukoma, pasien seringkali tidak merasa pandangannya kabur secara langsung karena kehilangan penglihatan dimulai dari bagian pinggir, yang lama-kelamaan mengecil hingga hilang total. Selain itu, gejala lain bisa berupa nyeri kepala yang sangat mengganggu. Degenerasi Makula, pasien mengeluh pandangan berkurang atau hilang sebagian. Contohnya, saat melihat wajah orang lain, pasien tidak bisa melihat bentuk hidung atau bagian wajah tertentu secara utuh," terangnya kepada Pontianak Disway.
Strategi Pencegahan Katarak dan Glaukoma
Katarak dan Glaukoma tetap menjadi ancaman utama penglihatan di masa depan. Meskipun katarak bersifat degeneratif, risiko glaukoma sangat terkait dengan faktor genetika. dr. Sri memaparkan langkah-langkah yang preventif.
"Katarak, penyakit ini tidak dapat dicegah sepenuhnya karena merupakan proses degenerasi. Namun, prosesnya dapat diperlambat, misalnya dengan menggunakan pelindung mata saat berada di bawah sinar matahari untuk menghindari pengaruh buruk sinar UV. Glaukoma, risiko terbesar ada pada pasien dengan riwayat keluarga atau orang tua yang menderita glaukoma. Pasien dengan riwayat tersebut harus melakukan screening rutin ke dokter spesialis mata untuk memantau tekanan bola mata dan lapang pandang," jelas dia.
BACA JUGA: RSUD SSMA Pontianak Edukasi Masyarakat soal Nyeri Dada dan Risiko Penyakit Jantung