Her Assets Society Resmi Diluncurkan 14 Februari 2026: Ekosistem Profesional Womenpreneur yang Terstruktur dan Terkurasi
Semarang – Her Assets Society resmi diluncurkan dalam acara Business Lounge pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan momentum Tahun Kuda yang melambangkan keberanian, kecepatan, dan akselerasi pertumbuhan.
Dipimpin oleh Sharon Dwidjoatmodjo, Director Community Her Assets Society yang juga mewakili PT Muvin Group Indonesia (jasa otomotif), komunitas ini hadir sebagai ekosistem profesional bagi perempuan pemilik bisnis yang serius membangun aset dan legacy jangka panjang.
Di usia 30 tahun, Sharon (paling ujung kanan) berhasil membawa Her Assets Society menjangkau lintas usia, lintas bidang industri, dan lintas kota mulai dari Semarang, Jakarta, Yogyakarta hingga Salatiga. Awalnya dirancang berbasis distrik di Semarang, namun permintaan dari luar kota menunjukkan bahwa kebutuhan akan ekosistem bisnis perempuan yang strategis bersifat lebih luas.
Berbeda dari Komunitas yang Sudah Ada
Her Assets Society tidak hadir untuk bersaing dengan komunitas yang sudah existing, melainkan untuk melengkapi.
Jika banyak komunitas berfokus pada networking dan sharing, Her Assets Society melakukan hilirisasi atas setiap aset yang dimiliki anggotanya baik brand, jaringan, keahlian, maupun reputasi agar dapat diolah menjadi legacy secara holistik.
Pendekatan yang diterapkan mencakup:
Penguatan positioning bisnis
- Sistem kolaborasi yang terstruktur
- Optimalisasi visibilitas brand
- Strategi marketing kolektif
- Pembangunan nilai jangka panjang
Awalnya, Her Assets Society dirancang berbasis distrik di Semarang sebagai ruang terkurasi bagi business owner perempuan. Namun dalam waktu singkat, permintaan keanggotaan datang dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Salatiga. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ekosistem bisnis perempuan yang strategis bersifat nasional, bukan hanya lokal.
Profesional, Bukan Sekadar Dagang
Dengan positioning sebagai The Professional Womenpreneur Society, Her Assets Society menegaskan standar profesionalitas.
Yang dihadirkan bukan sekadar pelaku usaha yang ingin berjualan, tetapi perempuan yang serius membangun bisnis.
Profesional berarti: