Meski tidak wajib, mandi sunnah sebelum puasa memiliki sejumlah keutamaan. Pertama, menyucikan diri secara fisik. Tubuh yang bersih membuat seseorang lebih nyaman dalam menjalankan shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Kebersihan sendiri merupakan bagian penting dari ajaran Islam.
Kedua, meningkatkan kesiapan spiritual. Mandi sunnah menjadi simbol kesiapan hati untuk memasuki bulan Ramadhan dengan niat memperbaiki diri. Dari sisi psikologis, tubuh yang segar juga membantu meningkatkan fokus dan kekhusyukan selama berpuasa.
BACA JUGA:Aktivitas Ibadah Umat Muslim Kalbar Selama Ramadhan
Niat Mandi Puasa Ramadhan
Dalam setiap ibadah, niat memiliki peranan penting. Niat mandi sunnah sebelum puasa Ramadhan cukup dihadirkan dalam hati. Namun, sebagian orang melafalkannya untuk membantu menghadirkan kesadaran penuh.
Bacaan niat yang sering digunakan adalah:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
BACA JUGA:Peran Pasar Ramadhan dalam Menggerakkan Ekonomi Lokal di Pontianak
Tata Cara Mandi Sunnah Sebelum Puasa
Tata cara mandi sunnah ini pada dasarnya sama dengan mandi besar pada umumnya. Dimulai dengan niat, mencuci kedua tangan, membersihkan bagian tubuh yang kotor, berwudhu, lalu menyiram seluruh tubuh hingga air merata ke seluruh anggota badan.
BACA JUGA:Sahur hingga Berburu Takjil, Berikut Tradisi Masyarakat Pontianak di Bulan Ramadhan
Apakah Mandi Ini Wajib?
Jawabannya tidak wajib. Puasa Ramadhan tetap sah tanpa mandi sunnah ini. Namun, jika seseorang berada dalam kondisi junub, maka mandi wajib harus dilakukan sebelum berpuasa. Hal ini berbeda dengan mandi sunnah sebelum Ramadhan yang sifatnya hanya anjuran sebagai bentuk kebersihan dan kesiapan diri.