Hari biasa: 1.500–1.700 pelanggan per hari
Akhir pekan: 1.700–2.000 pelanggan per hari
Puncak Nataru: mencapai hingga 2.400 pelanggan per hari
Frekuensi: 13 perjalanan KA lokal per hari
Data tersebut bersifat dinamis dan masih dapat berubah hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru.
Menurut Tohari, tingginya mobilitas penumpang tersebut menuntut adanya sistem transportasi lanjutan yang mudah diakses, tertib, dan terintegrasi. Kehadiran ojol di dalam stasiun diharapkan dapat memangkas waktu tempuh, mengurangi kepadatan di area luar stasiun, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih seamless bagi pelanggan.
“Integrasi transportasi ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pengembangan Kota Blitar sebagai kota perdagangan, jasa, dan pariwisata yang modern dan berkelanjutan. Kami ingin kereta api menjadi tulang punggung mobilitas yang terhubung langsung dengan moda lanjutan,” tambahnya.
KAI Daop 7 Madiun optimistis bahwa optimalisasi layanan transportasi berbasis teknologi di Stasiun Blitar dapat menjadi model pengembangan integrasi transportasi perkotaan di wilayah lain, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sektor pariwisata, serta kualitas pelayanan publik secara nasional.
About KAI Daop 7 Madiun
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES